Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] 3 Waktu Dilarang untuk Mandi Sebabkan Kematian Mendadak? Cek Faktanya

Medcom Files Cek Fakta kematian hoax kabar hoaks
Wanda Indana • 21 Mei 2022 14:09
Beredar narasi di media sosial tentang tiga waktu yang dilarang untuk mandi. Disebutkan, kegiatan mandi pada waktu yang dilarang tersebut dapat mengakibatkan kematian mendadak.
 
Akun Facebook ini turut membagikan narasi ini pada Kamis, 21 April 2022. Berikut narasi yang beredar:
 
"Tentang mandi
30 Menit Setelah Sholat Ashar=
Larangan yang pertama adalah jangan mandi 30 menit setelah sholat Ashar. Lantas apa yang akan terjadi apabila larangan tersebut dilakukan?
Pada kisaran waktu itu, kondisi darah dalam tubuh tengah dalam keadaan panas, sehingga apabila kita mandi, maka dapat mengakibatkan rasa lelah dan letih.
Bahkan, waktu tersebut dipercaya dapat meningkatkan resiko kematian mendadak, jika Anda bersikukuh untuk mandi pada rentang waktu itu.
Setelah Maghrib=
jangan juga mandi setelah sholat Maghrib. Artinya jangan mandi sekitar pukul 18.00 hingga 19.00 waktu setempat.
Mandi setelah Sholat Maghrib juga sangat tidak dianjurkan dan bahkan dilarang, karena kondisi jantung pada saat itu mulai melemah.
Jika mandi di waktu tersebut jantung akan mengalami kaget dan dapat mengakibatkan kematian mendadak.
Di samping itu, mandi setelah Sholat Maghrib juga meningkatkan risiko penyakit paru-paru basah.
Sesudah Isya’ hingga jam 12 malam=
Sesudah isya’, merupakan waktu yang juga dilarang untuk mandi, pada waktu itu jantung kita sedang beristirahat."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Benarkah? Berikut cek faktanya.
[Cek Fakta] 3 Waktu Dilarang untuk Mandi Sebabkan Kematian Mendadak? Cek Faktanya
 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim pada narasi yang beredar tentang tiga waktu dilarang untuk mandi adalah salah. Faktanya, informasi ini adalah hoaks yang kembali beredar.
 
Kepala Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) dr Renan Sukmawan menjelaskan, klaim yang beredar tidak benar alias hoaks.
 
"Hoaks itu," kata Renan seperti dilansir Kompas.com.
 
Renan menambahkan, mandi justru bisa membawa pengaruh baik bagi kesehatan jika dilakukan dengan metode yang benar. Salah satunya mandi air hangat saat malam hari. Ada penelitian yang dipublikasikan di Journal Heart tahun 2020 yang menyebut mandi air hangat pada malam hari menurunkan risiko penyakit jantung 28 persen dan stroke 26 persen. Studi itu dilakukan di Jepang pada 61.000 orang, dengan rentang waktu pemantauan hingga 20 tahun.
 
"Mandi air hangat malam hari seperti di Jepang itu menurunkan tekanan darah karena efek vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah," tutur Renan.
 
Pula, dilansir Liputan6.com, dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta, dr Muhammad Gibran Fauzi Harmani Sp.JP, FIHA, juga mengatakan hal yang sama. dr Gibran menambahkan bahwa mandi tidak ada hubungannya dengan kesehatan jantung.
 
"Hoaks. Enggak ada hubunggannya," ucap dr Gibran.
 

Kesimpulan:
Klaim pada narasi yang beredar tentang tiga waktu dilarang untuk mandi adalah salah. Faktanya, informasi ini adalah hoaks yang kembali beredar.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
 

[Cek Fakta] 3 Waktu Dilarang untuk Mandi Sebabkan Kematian Mendadak? Cek Faktanya
 

Referensi:
https://www.kompas.com/tren/berita/183000065-hoaks-mandi-di-3-waktu-yang-tidak-tepat-bisa-sebabkan-kematian?page=all
https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4340369/cek-fakta-hoaks-tiga-waktu-yang-dilarang-untuk-mandi
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 


 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif