Tangkapan layar pemberitaan PBNU sumpahi Presiden Jokowi dari media sosial
Tangkapan layar pemberitaan PBNU sumpahi Presiden Jokowi dari media sosial

Kecewa Kader Tak Masuk Kabinet, PBNU Sumpahi Jokowi Kualat? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 29 Oktober 2019 09:04
Beredar kabar di media sosial yang menyebut Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyumpahi Presiden Joko Widodo kualat. Disebutkan, hal itu terjadi lantaran PBNU kecewa tidak ada kadernya yang jadi menteri agama di kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin 2019-2024.
 
Akun Sutan Baheramsyah ikut menyebar informasi itu dengan membagikan tautan artikel berita daring dari Teropongsenayan.com yang berjudul "Kecewa Kader Tak Masuk Kabinet, PBNU: Jokowi Bisa Kualat", Kamis 24 Oktober 2019. Hingga saat ini, unggahan itu mendapat 624 reaksi dan 234 komentar.
 
Artikel tersebut merupakan hasil saduran dari artikel Republika berjudul "Rabithah Ma'ahid Islamiyah Bicara Tentang Kabinet Kerja", yang tayang pada Rabu, 23 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Berikut narasi lengkap artikel daring yang dibagikan akun Sutan Bahermsyah:
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kecewa setelah mengetahui tidak ada kadernya yang jadi menteri di Kabinet Jokowi 2019-2024. Padahal, banyak kader NU yang dirasa layak dan memiliki kemampuan sebagai pembantu presiden. Kekecewaan itu diungkapkan Pengurus Rabithah Ma"ahid Islamiyah (RMI) PBNU, Ridwan Darmawan. Dia mengaku heran tak satu pun kader NU yang dilirik Presiden Jokowi.
 
Ridwan mengatakan, sebelumnya muncul kabar Jokowi bakal menjadikan kader NU sebagai menteri agama.
 
“Kami merasa kecewa dengan komposisi yang beredar hari ini, apalagi kita menurut informasi yang beredar Menteri Agama (Menag) bukan dari NU,” ujar Ridwa dalam keterangan tertulis yang diterima awak media Rabu (23/10/2019).
 
Ridwan menyebut, seharusnya Jokowi menghargai kontribusi warga NU saat ajang pemilihan presiden (Pilpres) 2019 lalu.
 
Pasalnya, warga dan para Masyayikh NU berperan besar dalam memenangkan pasangan Jokowi-Ma"ruf Amin.
 
Seharusnya menurut Ridwan, Jokowi berkomitmen memberikan posisi menteri agama kepada kader NU.
 
Apalagi, kata dia, banyak kader NU yang pantas menjabat menteri agama, baik yang menjadi pengurus NU maupun yang berada di berbagai partai politik.
 
Ridwan pun menyayangkan sikap Jokowi yang tidak menghargai "keringat" yang telah dikeluarkan warga nahdliyin. Seharusnya, Jokowi melihat siapa yang turut membantunya menjadi presiden untuk kedua kalinya.
 
"Di NU sangat banyak pengurus dan tokoh yang berkualitas untuk mengisi pos menteri agama. Pak Jokowi bebas memilih, asal kader NU dan dekat dengan ulama, jika tidak diberikan ke NU saya yakin Presiden Jokowi bisa kualat,” tegas Ridwan.
 
Bagi nahdliyyin, Ridwan menegaskan, menteri agama dari kalangan NU adalah harga mati.
 
"Jika tidak, ditunda saja pelantikan menterinya," tegas Ridwan seperti dikutip republika.

 

Kecewa Kader Tak Masuk Kabinet, PBNU Sumpahi Jokowi Kualat? Ini Faktanya
 

 
Penelusuran Fakta:
Setelah dilakukan penelusuran, pernyataan Ridwan Darmawan dari Rabithah Maahid Al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) yang menyebut Presiden Jokowi bisa kualat karena tidak memasukkan kader PBNU ke dalam kabinet, tidak mewakili nama organisasi PBNU maupun RMI NU. Pernyataan itu mewakili pendapat pribadi Ridwan. Ridwan juga sudah memberikan klarifikasi.
 
Berikut klarifikasi lengkap Ridwan seperti dilansir dari nu.or.id:
 
Jakarta, NU Online
Ridwan Darmawan dari Rabithah Maahid Al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) mengklarifikasi perihal pemberitaan media soal yang menyangkut komentarnya mengenai susunan kabinet Jokowi-Amin terutama perihal Menteri Agama. Ia menyatakan bahwa komentar tersebut adalah buah pikiran pribadinya dan tidak berkaitan dengan organisasi asosiasi pesantren NU.
 
"Pemberitaan terkait dengan kekecewaan RMI NU terhadap Presiden Jokowi atas penetapan Menteri Agama tersebut bukan perintah lembaga RMI NU, dan saya tidak punya kapasitas untuk mengatasnamakan RMI NU, namun inisiatif saya sendiri sebagai pribadi sebagai warga NU," kata Ridwan dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (23/10).
 
Ridwan menjelaskan bahwa pernyataan dalam berita merupakan hasil obrolan santai dan bukan pernyataan tertulis. Ia pribadi merasa tidak mendapat konfirmasi atas penayangan berita tersebut. Oleh karenya, ia meminta kepada media untuk mencabut berita yang beredar.
 
"Pernyataan tersebut dikutip oleh teman-teman media pada saat ngobrol santai, bukan pernyataan tertulis yang saya buat atau wawancara khusus mengenai hal itu," kata Ridwan.
 
Atas kejadian itu, ia dengan segala kerendahan hati meminta maaf kepada warga NU dan terkhusus kepada RMI NU dan Ketua PP RMI NU H Abdul Ghoffarrozin. Pihaknya meminta maaf jika dalam pemberitaan tersebut banyak pihak dirugikan.
 
"Selamat siang untuk semua kader NU dan masyarakat Indonesia yang saya cintai dan banggakan. Saya Ridwan Darmawan, pengurus RMI NU akan mengklarifikasi dan mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya terkait pemberitaan yang beredar di media massa," kata Ridwan.
 
Ia juga mengarahkan permohonan maafnya kepada Presiden Jokowi dan seluruh masyarakat Indonesia apabila dalam pemberitaan tersebut membuat tidak nyaman.
 
"Terakhir, saya meminta dengan sangat kepada media atau jurnalis yang menaikkan berita tanpa konfirmasi dan membawa-bawa nama RMI NU untuk mencabut pemberitaan tersebut," kata Ridwan.

 

Kesimpulan:
Pernyataan yang menyebut PBNU menyumpahi Presiden Jokowi kualat karena kecewa tidak ada kadernya menjadi menteri agama adalah salah. Pernyataan itu berasal dari pendapat pribadi tidak mewakili nama organisasi PBNU.
 

Referensi:
https://www.nu.or.id/post/read/112608/ini-klarifikasi-soal-berita-kecewa-rmi-nu-atas-pilihan-menag-jokowi
https://www.republika.co.id/berita/pzsu1v328/rabithah-maahid-islamiyah-kecewa-tak-ada-menteri-nu
 
Sumber:
https://www.teropongsenayan.com/106417-kecewa-kader-tak-masuk-kabinet-pbnu-jokowi-bisa-kualat?fbclid=IwAR3G6SocWdg2XJj9jH6cA1iakgkXddfAOXQXz5gzcmVB4Oqe80G7qFyLACg
 
https://web.facebook.com/sutan.baheramsyah.5
 


 

(WAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif