Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook
Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Tolak Vaksin Covid-19, Nomor Rekening dan Ponsel akan Diblokir? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta vaksin covid-19
Whisnu Mardiansyah • 13 Januari 2021 18:16
Beredar sebuah narasi pemerintah akan memblokir nomor rekening dan ponsel warga yang menolak vaksinasi covid-19. Narasi ini beredar di media sosial facebook. Narasi tersebut mencatut tulisan opini dari dr Benny Handoyo Raharjo.


"Sebenarnya tidak ada lagi yang bisa menghindari kewajiban divaksinasi karena adanya KTP sistem online. Tidak divaksin berarti bisa kehilangan segalanya, antara lain seperti:
Nomor hpnya diblokir ATM dan rekeningnya diblokir Tidak bisa berpergian yang membutuhkan bepergian pakai kereta dll
Tidak bisa memasuki area yang memerlukan KTP SIM-nya diblokir"


Akun facebook atas nama Ugi Ncang membagikan narasi ini pada 12 Januari 2020. Dalam unggahannya ia memberikan kutipan "Njiiir... Maksa beud...cuk ????‍? Pake acara ngancam lagi...????"
 
Unggahan ini mendapatkan respon dari 247 warganet. Serta 204 komentar dan 72 kali dibagikan ulang.
 
[Cek Fakta] Tolak Vaksin Covid-19, Nomor Rekening dan Ponsel akan Diblokir? Ini Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim pemerintah akan memblokir nomor rekening dan ponsel warga yang menolak vaksinasi covid-19 adalah salah. Faktanya, tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait sanksi pemblokiran tersebut. Dilansir beritasatu.com, Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward O.S. Hiariej mengatakan sesuai aturan perundang-undangan, vaksinasi sifatnya wajib sehingga yang menolak terancam sanksi pidana.
 
Ia merujuk UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, salah satu bentuk tindakan kekarantinaan kesehatan adalah pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yang itu ditetapkan oleh Menteri Kesehatan atas usul kepala daerah. Cakupan PSBB ini juga tertuang dalam Undang-Undang (UU) a quo, antara lain meliputi peliburan sekolah, pembatasan kegiatan keagamaan, kegiatan di fasilitas umum dan lainnya.
 
Pasal 9 ayat 1 UU a quo disebutkan bahwa setiap orang yang tidak memenuhi kekarantinaan kesehatan atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekaratinaan sehingga menyebabkan kedaruratan masyarakat dipidana dengan penjara paling lama satu tahun, dan atau denda paling banyak Rp 100 juta. Ada kewajiban bagi setiap warga negara mematuhi berbagai peraturan per-UU yang terkait dengan kekarantinaan kesehatan.
 
[Cek Fakta] Tolak Vaksin Covid-19, Nomor Rekening dan Ponsel akan Diblokir? Ini Faktanya
 
Meski demikian, seperti dilansir cnnindonesia.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah pusat hingga saat ini belum membahas soal kebijakan pemberian sanksi bagi warga yang menolak untuk divaksin Covid-19.
 
Kendati begitu, Budi tak menampik bila pemerintah membuka peluang untuk menggodok aturan itu. Sanksi untuk penolakan vaksinasi itu menurutnya masih perlu melihat dinamika yang terjadi di lapangan kelak.
 
"Sampai sekarang diskusi ke arah situ belum pernah terjadi di pemerintah pusat. Kita akan melihat dinamikanya. Kalau saya pribadi percaya bahwa meyakinkan dengan cara persuasif itu akan jauh lebih baik untuk penerimaan masyarakat disuntik oleh vaksin," kata Budi.
 
Budi pun tak heran bila masih ada sebagian masyarakat yang menolak vaksinasi terkait khawatir keamanan, hingga aspek kehalalan vaksin. Sebab, menurutnya vaksinasi yang sudah terjadi sejak dulu di berbagai negara juga menimbulkan polemik serupa.
 
[Cek Fakta] Tolak Vaksin Covid-19, Nomor Rekening dan Ponsel akan Diblokir? Ini Faktanya
 
Meski belum ada aturan sanksi dari pemerintah pusat, sejumlah pemerintah daerah sudah mengeluarkan aturan wajib vaksinasi dan sanksi penolakan. Salah satunya Pemprov DKI Jakarta.
 
Dilansir dari medcom.id, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tak main-main dengan penolak vaksin covid-19 (korona). Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2020 mengatur sanksi bagi mereka yang menolak mendapat vaksin.
 
"Setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan pengobatan dan/atau vaksinasi covid-19 dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5 juta," dikutip Medcom.id
 
Warga yang menolak reserve transcriptase polymerase chain reaction atau tes cepat molekuler juga akan mendapat sanksi. Mereka bakal diminta membayar maksimal Rp5 juta.
 
[Cek Fakta] Tolak Vaksin Covid-19, Nomor Rekening dan Ponsel akan Diblokir? Ini Faktanya
 
Kesimpulan:
Klaim pemerintah akan memblokir nomor rekening dan ponsel warga yang menolak vaksinasi covid-19 adalah salah. Faktanya, tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait sanksi pemblokiran tersebut.
 
Informasi ini jenis hoaks fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
[Cek Fakta] Tolak Vaksin Covid-19, Nomor Rekening dan Ponsel akan Diblokir? Ini Faktanya
Referensi:
1.https://www.medcom.id/nasional/metro/Gbmqj3Lb-warga-dki-menolak-divaksin-covid-19-bakal-didenda-rp5-juta
2.https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210106220318-20-590416/pemerintah-belum-berniat-sanksi-warga-tolak-vaksinasi-corona
3.https://www.beritasatu.com/nasional/718461/tolak-vaksinasi-covid19-bisa-terkena-sanksi-pidana-satu-tahun
4.https://archive.fo/DO9vb
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016

 
"Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari tim kami untuk kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini: https://bit.ly/2H42ayb"


 
(WHS)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif