Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Foto Petinggi Kepolisian Izinkan Demo Neo PKI? Cek Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 31 Juli 2020 12:56
Beredar foto yang memperlihatkan empat orang sedang berfoto dengan seorang polisi di sebuah ruangan. Diklaim, foto tersebut diambil usai pemberian izin untuk mengadakan unjuk rasa mendukung Partai Komunis Indonesia (PKI).
 
Akun Twitter @iduliana (Àdindà Êlizàbéth Ràhmàdàni) mengunggah foto tersebut pada Senin, 27 Juli 2020. Hingga tangkapan layar dibuat, unggahan foto tersebut sudah mendapat 134 komentar, 302 retweet, 795 tanda suka. Pula, pemilik akun menambahkan narasi pada unggahanya bertuliskan sebagai berikut:

"Demo Neo PKI hari ini udah dapat ijin dari Buntelan kentut maaf ralat Dari Petinggi Kepolisian Tinggal tunggu gendering perang ditabuh aja"


[Cek Fakta] Foto Petinggi Kepolisian Izinkan Demo Neo PKI? Cek Faktanya
 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim pada foto bahwa petinggi kepolisian memberikan izin demonstrasi Neo PKI adalah salah. Faktanya, foto tersebut diambil saat kelompok organisasi bernama Gerakan Jaga Indonesia bertemu dengan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pil Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada 26 November 2018, meminta kepolisian menolak rencana unjuk rasa Reuni 212.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Melalui reverse image, foto identik ditemukan pada situs Wartabuana.com melalui artikel berjudul "Gerakan Jaga Indonesia Akan Sweeping Bendera Tauhid di Reuni 212" dimuat pada 27 November 2018. Pada isi artikel tersebut, Sekjend Gerakan Jaga Indonesia, Budi Djarot mengatakan, organisasinya meminta Polda Metro Jaya melarang Reuni Akbar 212 yang akan digelar pada 2 Desember 2018. Menurut dia, reuni Alumni 212 akan digelar pada Minggu 2 Desember 2018 itu tidak menutup kemungkinan tersimpan agenda terselubung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah jelas dilarang keberadaanya di Indonesia. “Saya melihat ini kekuatan HTI masih tetap hidup walaupun sudah dibubarkan dan mereka tetap berdakwah tentang negara khilafah, untuk itu sebelum terjadi yang lebih parah, kami minta agar Polda Metro mencegah aksi atau Reuni 212 itu,” kata Budi Djarot.
 
Ketua Presidium Gerakan Jaga Indonesia untuk wilayah Indonesia timur, Deki Matulesi menambahkan, pihaknya siap terbang ke Jakarta apabila nantinya ada bendera HTI yang berkibar di tengah-tengah massa alumni 212 tersebut.
 
“Jika di acara reuni Alumni 212 itu nanti ada bendera tauhid, jangan salahkan kami, akan turun ribuan orang juga ke Jakarta untuk mencopot dan berhadapan langsung, bertabrakan dengan alumni 212, karena kami sepakat untuk menjaga NKRI,” pungkasnya.
 

[Cek Fakta] Foto Petinggi Kepolisian Izinkan Demo Neo PKI? Cek Faktanya
 

Pemberitaan serupa juga dimuat Tirto.id melalui artikel berjudul "Alasan Gerakan Jaga Indonesia Minta Polisi Larang Reuni 212". Republika.co.id juga menaikkan pemberitaan yang sama pada artikel berjudul "Kelompok Ini Minta Polisi Gagalkan Reuni 212".
 

[Cek Fakta] Foto Petinggi Kepolisian Izinkan Demo Neo PKI? Cek Faktanya
 

[Cek Fakta] Foto Petinggi Kepolisian Izinkan Demo Neo PKI? Cek Faktanya
 

 
Kesimpulan:
Klaim pada foto bahwa petinggi kepolisian memberikan izin demonstrasi Neo PKI adalah salah. Faktanya, foto tersebut diambil saat kelompok organisasi bernama Gerakan Jaga Indonesia bertemu dengan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pil Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada 26 November 2018, meminta kepolisian menolak rencana unjuk rasa Reuni 212.
 
Informasi ini masuk dalam kategori hoaks jenis Misleading Content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Foto Petinggi Kepolisian Izinkan Demo Neo PKI? Cek Faktanya
 

Referensi:
1. https://www.wartabuana.com/news/gerakan-jaga-indonesia-akan-sweeping-bendera-tauhid-di-reuni-212/?fbclid=IwAR1lB0fGtpdfje1WR4IpNp_q_OYhw4jqcEKCPjK-RkOPN0D6y6moHR_9eHU
 
2. https://tirto.id/alasan-gerakan-jaga-indonesia-minta-polisi-larang-reuni-212-dav7?fbclid=IwAR0AxwKb4pRqWPbYU6DCEJnwOCyUytGaTfZj-G7Tfz82DwY33-IAet5Gg0w
 
3. https://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/18/11/26/pislr5377-kelompok-ini-minta-polisi-gagalkan-reuni-212?fbclid=IwAR0eLg1oWlsGaTb28xKC-C_Wsju86ge35CnJKPZaT-r2GRW4A512D7ReSlo
 
4. https://archive.md/qN6CW
 

 
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id
 

 

(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif