Tangkapan layar berita palsu. Foto: Facebook
Tangkapan layar berita palsu. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Ledakan di Beirut Sabotase Serangan Drone ? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Whisnu Mardiansyah • 07 Agustus 2020 18:25
Beredar narasi ledakan dahsyat di Beirut, ibu kota Lebanon karena sabotase serangan pesawat tanpa awak atau drone. Dalam narasi tersebut dijelaskan serangan meninggalkan jejak lubang besar di lokasi kejadian.
 
Akun Facebook atas nama Budi Saks membagikan narasi ini pada 7 Agustus 2020. Berikut narasi dalam unggahannya.

"Dari berbagai macam banyaknya foto foto kejadian ledakan di Beirut kemarin akhirnya aku dapatkan juga satu foto yang menurut ilmu investigasi ku paling penting (dalam hal investigasi ledakan).
 
Seperti kutulis pada analisa awal minimal itu beberapa ton TNT atau C4 lalu setelahnya keluar pernyataan dari petinggi Lebanon disana ada gudang 2700 ton amonium nitrate (masuk akal karena dekat pelabuhan) ditambah adanya gudang senjata sitaan sisa perang saudara era 70-80an. Apalagi setelah mengamati beberapa kali video ada dua kali ledakan yang diawali kebakaran maka dugaan awalnya ini adalah kecelakaan industri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Tapi dengan adanya foto ini dimana terdapat cekungan pada bekas lokasi maka fix ini adalah C4. Karena ledakan amonium nitrate dan TNT sebanyak apapun tidak akan meninggalkan bekas lubang kedalam tanah. Tapi kesimpulan ini juga tidak menggugurkan teori kecelakaan industri.
 
Bisa jadi kecelakaan industri sengaja dilakukan dengan teknik sabotase untuk menyamarkan trigger ledakan kedua yang dari C4 itu terlepas dikirimnya dengan rudal jelajah atau pesawat tempur atau drone.
 
Ingat kejadian WTC 911 dulu polanya hampir sama dengan pesawat militer tanpa awak penuh peledak (yang disamarkan sebagai pesawat komersil) sebagai trigger jaringan peledak yang sudah dirangkai pada tiap lantai menara kembar tersebut.
 
Jadi memang benar ini adalah kecelakaan industri (amonium nitrate) yang dirancang mengkamuflase trigger ledakan berikutnya yang mengandung C4.
 
Cuma penulis skenario terlatih yang bisa membongkar skenario terlatih."


Unggahan ini mendapatkan respon dari 184 warganet. Serta 64 komentar dan 52 kali dibagikan.
 

[Cek Fakta] Ledakan di Beirut Sabotase Serangan Drone ? Ini Faktanya
 
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom.id, klaim bahwa serangan di Beirut, Lebanon karena serangan drone atau pesawat tanpa awak adalah salah. Faktanya, foto yang menjadi bukti dalam unggahan tersebut adalah insiden ledakan di Tianjin, Tiongkok bukan di Beirut.
 
Foto identik ditemukan dalam artikel berjudul "Lubang Besar Terbentuk di Pusat Ledakan Kawasan Industri Tianjin". Artikel dimuat di situs tribunnews.com pada 16 Agustus 2015 lalu.
 

[Cek Fakta] Ledakan di Beirut Sabotase Serangan Drone ? Ini Faktanya
 
Dilansir dari suara.com, insiden dua ledakan di kawasan industri Tianjin, Tiongkok terjadi pada 12 Agustus 2015. Dua ledakan yang terjadi Rabu malam menewaskan sedikitnya 50 orang, termasuk belasan petugas pemadam kebakaran. Sementara itu, sekitar 700 orang terluka, di mana 71 diantaranya menderita luka serius.
 
Ledakan bersumber dari sebuah gudang yang digunakan untuk menyimpan bahwan kimia beracun dan berbahaya. Beberapa diantara zat berbahaya di gudang tersebut yakni amonium nitrat, potassium nitrat, dan kalsium karbit.
 
Sejumlah pakar bahan kimia mengatakan, kalsium karbit bereaksi dengan air dan menghasilkan asetilin, sejenis gas yang memiliki daya ledak tinggi. Menurut mereka, ledakan bisa terjadi apabila petugas pemadam kebakaran menyiram kalsium karbit dengan air.
 
Kantor berita Xinhua melansir, beberapa kontainer penyimpanan di gudang tersebut sudah dalam keadaan terbakar sebelum ledakan terjadi.
 

[Cek Fakta] Ledakan di Beirut Sabotase Serangan Drone ? Ini Faktanya
 
Adapun ledakan di Beirut di Lebanon dilansir dari Medcom.id, Kepala Keamanan Umum Lebanon Abbas Ibrahim mengatakan ledakan di Beirut, Lebanon, pada Selasa waktu setempat, 4 Agustus 2020, berasal dari 2.700 ton amonium nitrat. Barang tersebut disimpan di pelabuhan Beirut sebelum dikirim ke Afrika.
 
Ibrahim menyatakan hasil investigasi tersebut telah dilaporkan kepada Dewan Pertahanan Tinggi Lebanon yang berisi presiden dan semua lembaga keamanan utama Lebanon. Otoritas Lebanon berjanji akan memberi hukuman paling berat ke pihak yang bertanggung jawab.
 

[Cek Fakta] Ledakan di Beirut Sabotase Serangan Drone ? Ini Faktanya
 
Masih dari Medcom.id, Bahan kimia yang terbakar dalam ledakan di Beirut, Lebanon, tiba tujuh tahun lalu dengan kapal kargo sewaan Rusia. Menurut kapten kapalnya, seharusnya mereka tidak pernah berhenti di Beirut
 
"Mereka serakah," kata Boris Prokoshev, Kapten Rhosus pada 2013 ketika dia mengatakan bahwa pemiliknya menyuruhnya untuk berhenti tidak terjadwal di Lebanon untuk mengambil kargo ekstra.
 
Prokoshev mengatakan kapal itu membawa 2.750 ton bahan kimia yang sangat mudah terbakar dari Georgia ke Mozambik. Namun perintah datang untuk mengalihkan kargo itu ke Beirut dalam perjalanan melalui Mediterania.
 

[Cek Fakta] Ledakan di Beirut Sabotase Serangan Drone ? Ini Faktanya
 
Kesimpulan:
Klaim bahwa serangan di Beirut, Lebanon karena serangan drone atau pesawat tanpa awak adalah salah. Faktanya, foto yang menjadi bukti narasi dalam unggahan tersebut adalah insiden ledakan di Tianjin, Tiongkok bukan di Beirut.
 
Informasi ini jenis hoaks false context. False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
[Cek Fakta] Ledakan di Beirut Sabotase Serangan Drone ? Ini Faktanya
Referensi:
1.https://www.suara.com/news/2015/08/14/133930/ledakan-besar-di-tianjin-disebabkan-kebodohan-pemadam-kebakaran
2.https://www.medcom.id/internasional/eropa-amerika/Dkq79mnN-bahan-penyebab-ledakan-beirut-berasal-dari-kargo-rusia
3.https://www.medcom.id/internasional/timur-tengah-afrika/8N00POON-ledakan-di-lebanon-berasal-dari-2-700-ton-amonium-nitrat
4.https://archive.md/L1uFM

 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id


 
(WHS)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif