Foto tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial
Foto tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Seorang Anak Hina Presiden Jokowi dengan Sebutan Kacung tidak Diproses Hukum? Ini Faktanya

Medcom Files Jokowi presiden joko widodo penghinaan terhadap penguasa Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 18 April 2022 10:51
Beredar sebuah video dengan narasi bahwa seorang anak yang pernah menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan sebutan kacung tidak ditindak aparat atau tidak diproses hukum. Video dengan narasi ini beredar di media sosial.
 
Adalah akun twitter @IstanaLurah yang turut mengunggah video dengan narasi tersebut, 16 April 2022. Berikut narasi selengkapnya:

"Masih ingat Video viral yg menghina presiden Jokowi dgn perkataan ini kacung gua,gua tembak.namun aparat tidak berani menindak.yg dikatakan wna tersebut adalah benar karena memang paman nya adalah robert salim bagian dari salim group.jelas aparat minder karena amplop nya main.."


 
[Cek Fakta] Seorang Anak Hina Presiden Jokowi dengan Sebutan Kacung tidak Diproses Hukum? Ini Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Pula akun facebook Yuda Mahardika. Ia mengunggah narasi senada. Berikut selengkapnya:

"Ni bong, jinjingan Mu dimaki anak China ini, Baru anak china Lo mingkemmm, belum Xi jimping yg Maki2.
Polisi ketakutan berurusan dg bani mata sipit. Termasuk saat ada TKA China yg arogan thd pribumi mereka mampu lakukan byk hal. Bukti jk bani mata sipit telah kuasai negeri ini
biar makin strees cebong, krna segarang apa pun mereka trnyata hanya kacung royson jordani."

[Cek Fakta] Seorang Anak Hina Presiden Jokowi dengan Sebutan Kacung tidak Diproses Hukum? Ini Faktanya
 

Benarkah demikian?
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa seorang anak yang menghina Presiden Jokowi sebagaimana viral beberapa waktu lalu tidak diproses hukum, adalah salah. Faktanya, anak tersebut sudah diproses sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku.
 
Pihak kepolisian telah mengamankan anak berinisial S itu pada 23 Mei 2018 dari kediamannya, di Jakarta Barat. Kala itu sang anak masih berusia di bawah 16 tahun.
 
Pihak kepolisian pun menempatkan S di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Penempatan S di panti bukan di tahanan karena mengacu Pasal 32 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
 
Meskipun sang anak sudah berusia di atas 14 tahun, namun ancaman pidana yang dihadapi sang anak tidak sampai 7 tahun. Anak itu juga tidak dapat disebut sebagai tersangka tapi berstatus sebagai anak yang berhadapan dengan hukum sesuai dengan Pasal 1 ayat 2 UU 11/2012.

"Jadi saya sampaikan, kasus tetap kami proses dan anak ditempatkan di tempat anak yang berhadapan dengan hukum di daerah Cipayung itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya saat itu, Kombes Argo Yuwono, seperti dimuat Kompas.com pada 15 Mei 2019.


Kemudian Polda Metro Jaya melimpahkan perkara anak S ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Pihak penuntut umum melaksanakan proses diversi sebagaimana amanat dalam ketentuan Pasal 42 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.
 
Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Diversi yang digelar pada Kamis 9 Agustus 2018 itu dihadiri sang anak, orang tua atau wali, pelapor, pihak balai pemasyarakatan, penasihat hukum dan pendamping.

"Dari hasil pelaksanaan diversi terdapat kesepahaman pendapat terkait penyelesaian perkara ABH (anak yang berkonflik dengan hukum) RJ, disepakati ABH RJ dikembalikan kepada orangtua untuk mendapatkan bimbingan yang lebih baik serta berkomitmen melakukan pelayanan masyarakat," kata Kasipenkum Kejati DKI Jakarta saat itu, Nirwan Nawawi seperti dimuat Kompas.com, pada 15 Mei 2019.


 
[Cek Fakta] Seorang Anak Hina Presiden Jokowi dengan Sebutan Kacung tidak Diproses Hukum? Ini Faktanya
 

 
Kesimpulan:
Klaim bahwa seorang anak yang menghina Presiden Jokowi sebagaimana viral beberapa waktu lalu tidak diproses hukum, adalah salah. Faktanya, anak tersebut sudah diproses sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Seorang Anak Hina Presiden Jokowi dengan Sebutan Kacung tidak Diproses Hukum? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://megapolitan.kompas.com/berita/09361291-lama-tak-terdengar-begini-perjalanan-kasus-remaja-yang-hina-jokowi?page=all
https://www.facebook.com/groups/464014808078400/posts/692250595254819/
https://twitter.com/IstanaLurah/status/1515064547459010561
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 
Kami saat ini mengadakan survei/kuesionerbertujuan memahami perilaku dan preferensi audiens terkait konten cek fakta dari media/pers di Indonesia. Anda bisa mengisi survei melalui tautan link di bawah ini. Data Anda akan dijamin kerahasiaannya dan hanya akan digunakan guna keperluan penelitian.
 
Link survei: https://tinyurl.com/survei-audiens-cekfakta

 


 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif