Tangkapan layar pemberitaaan palsu di media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaaan palsu di media sosial. Foto: Facebook

[Cek Fakta]

[Cek Fakta] Benarkah Tisu Basah Dapat Mengganti Fungsi Masker untuk Mencegah Virus Korona? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 03 Maret 2020 18:05
Beredar video yang memperlihatkan seorang wanita memperagakan penggunaan tisu basah sebagai pengganti masker. Wanita berbaju hijau dalam video mengklaim penggunaan tisu basah dapat mencegah penularan virus Korona Baru alias covid-19.
 
Video itu beredar di berbagai platform media sosial dan pesan berantai WhatsApp. Akun Facebook Tee Nopellianda ikut membagikan video tersebut pada Minggu, 1 Maret 2020. Pemilik akun menambahkan keterangan pada video bertuliskan:
 
"Kalo ga ada masker pk ini aj
Drpd pusing bli masker hrg mahal2
Ga lm2 tisu basah ikut naik hrgny gr2 ini ????????

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
#ini sy share aj video dr tmn.
Jgn jdkan pdebatan gr2 mslh ini hny krn beda pendapat.
Mw pk ato ga trsrh msg2 orgny.
Klo kpepet sy pribadi jg mw pk tp t keringkan bntr biar ga basah ga enak jg klo pk basah2.
OKAYYYYY....
Yg damai2 aj qt ???????????????
". Hingga saat ini, video berdurasi delapan detik itu sudah ditonton sebanyak 12.771 kali. Mendapat 113 respon, 83 komentar, dan 464 kali dibagikan.
 

[Cek Fakta] Benarkah Tisu Basah Dapat Mengganti Fungsi Masker untuk Mencegah Virus Korona? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Berdasarkan penlusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim penggunaan tisu basah sebagai pengganti masker untuk mencegah penularan virus Korona adalah salah. Faktanya, tisu basah yang memiliki kandungan alkohol hanya berfungsi membersihkan area pada kulit yang rentan terkontaminasi.
 
Kepala Bagian Pelayanan Masyarakat Biro Komunikasi Kemenkes RI Busroni, menjelaskan bahwa penggunaan tisu basah untuk mencegah penyebaran virus Korona adalah keliru. Dia menjelaskan, penggunaan tisu basah justru akan mempermudah partikel-partikel di udara menempel pada bagian kulit yang dengan tidak sengaja bisa terhirup.
 
"Tisu basah didesain bukan untuk masker, tapi didesain untuk membasahi bagian tubuh yang rentan terkontaminasi. Itu kan ada alkoholnya, lengket terhadap partikel-partikel yang berterbangan di udara, malah bisa terhirup sama kita. Dianjurkan menggunakan masker bedah biasa," jelas Busroni saat dikonfirmasi tim Cek Fakta Medcom.id, Selasa 3 Maret 2020.
 
Karena itu, selain penggunaan tisu bedah, Busroni juga mengimbau masyarakat menerapkan etika dalam menjaga kesehatan, seperti etika batuk dan bersin. Misalnya, ketika batuk dan bersin, maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan seperti menutup hidung dan mulut, membuang tisu, mencuci tangan, dan menggunakan masker.
 
"Etika pergaulan sehari-hari harus dijaga, misalnya etika batuk, hindari kerumunan orang-orang yang memiliki riwayat kesehatan. Kalau tidak tahu, jaga jarak, tapi tidak menjauhi, kan ada jarak aman 180 cm sampai 200 cm," imbau dia.
 

Kesimpulan:
Klaim penggunaan tisu basah sebagai pengganti masker untuk mencegah penularan virus Korona adalah salah. Faktanya, tisu basah yang memiliki kandungan alkohol hanya berfungsi membersihkan area pada kulit yang rentan terkontaminasi.
 
Informasi tersebut masuk dalam kategori hoaks jenis fabricated fontent (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta.
 

Referensi:
Wawancara Kemenkes
 

Sumber:
https://www.facebook.com/tee.msm.1/videos/vb.100009039073396/2427001777611101/?type=2&theater
Pesan berantai WhatsApp
 

*Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks, dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id.
 

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif