Review Smartphone

Honor 10, Saat Tampilan dan Fitur Premium Jadi Satu

Cahyandaru Kuncorojati 02 Agustus 2018 23:01 WIB
review gadgethonor
Honor 10, Saat Tampilan dan Fitur Premium Jadi Satu
Honor 10.
Jakarta: Nama vendor smartphone Honor mungkin terbilang baru setahun ini terdengar di Indonesia. Anda tidak perlu bingung karena Honor masih anak dari perusahaan teknologi Huawei.

Medcom.id berkesempatan lebih dulu menjajal smartphone terbaru Honor yang resmi dirilis di Indonesia hari ini. Honor 10 tampil dengan desain sekaligus spesifikasi yang harus diakui masuk dalam segmen premium.

Lebih menariknya lagi, Honor 10 dibanderol dengan harga yang tergolong lebih murah ketimbang jajaran smartphone premium yang beredar di Indonesia, yaitu di rentang harga Rp6 juta.


 

Desain

Desain Honor 10 boleh dibilang memang serupa dengan saudara satu induk, Huawei P20 Pro. Daya tariknya ada di bodi belakang. Penggunaan material kaca membuat bagian punggungnya berpendar saat terpantul cahaya dan menampilkan gradasi warna, terutama untuk Honor 10 yang hadir dengan edisi warna Phantom Blue dan Phantom Green.

Honor 10 yang kami jajal punya warna Glacier Gray, bodi bagian belakangnya menampilkan gradasi warna biru dan abu metalik.




Untuk menjaganya dari goresan, sebaiknya Anda menggunakan aksesori casing pelindung yang transparan agar daya tariknya masih terlihat, walaupun sedikit berkurang.

Tidak hanya bagian belakang, sisinya yang menggunakan material logam juga dilapisi dengan warna metalik sehingga membuatnya terlihat semakin mewah dengan bentuk yang membulat agar terasa nyaman di genggaman.

Pada sisi kiri terdapat slot kartu SIM untuk Nano-SIM. Tidak tersedia slot untuk kartu memori MicroSD, karena kapasitas penyimpanannya juga sudah besar.

Di sisi kanan terdapat tombol untuk mengatur volume dan tombol power kemudian di sisi kanan tersedia audio jack, port USB Type-C dan speaker. Sementara tombol navigasi akan muncul saat layar smartphone diaktifkan.



Honor 10 hadir dengan ketebalan 7,7 mm dan bobot 153 gram yang menurut saya cukup tebal digenggaman, tapi masih pas dan nyaman. Beralih ke bagian wajahnya, Honor 10 juga mengadopsi tren poni. Ada konfigurasi untuk menghapus poni itu seandainya Anda tidak suka.

Pada poni tersebut melekat kamera depan resolusi 24MP yang juga berfungsi sebagai pemindai wajah. Layar Honor sendiri mengusung ukuran 5,84 inci rasio 19:9 dengan bezel tepi kanan dan kiri yang tipis dan resolusi FullView HD+ (2280x1080).



Persis di bagian bawah layar masih tersisa sedikit bezel yang di tengah terdapat tombol kapasitif yang berfungsi sebagai tombol Home sekaligus pemindai sidik jari. Sebetulnya ukuran terlalu kecil, tapi ternyata masih mampu berfungsi dengan baik dan cepat.

Apabila Honor 10 memilih mengadopsi pemindai sidik jari dibalik layar, tentunya ukuran layar tadi bisa diperbesar lagi. 

 

Software dan Antarmuka

Mengingat Honor 10 masih saudara dari Huawei, smartphone ini menyajikan antamuka EMUI 8.1 berbasis Android 8.1 Oreo yang cukup ringan. EMUI 8.1 hadir dengan desain ikon aplikasi khas untuk beberapa aplikasi dan tentunya hadir dengan membawa beberapa aplikasi bawaan layanan Huawei yang tidak seluruhnya digunakan.



Salah satu aplikasi menarik yang kami temukan adalah Party Mode. Aplikasi akan menghubungkan setiap smartphone Honor dengan fitur NFC untuk memutar musik bersamaan dan menciptakan kualitas audio yang diklaim menarik.

Selain itu ada aplikasi yang penting yang sangat penting bagi pengguna smartphone Honor 10 yaitu aplikasi Phone Clone buatan Huawei. Aplikasi ini berfungsi untuk memindahkan seluruh aplikasi dan data seperti foto, kontak dan banyak lagi dari smartphone Android maupun iOS ke Honor 10.



Medcom.id menjajalnya dengan memindahkan data dari Huawei P10 ke Honor 10. Smartphone lama cukup memindai QR Code dari aplikasi Phone Clone di Honor 10 dan proses pemindahan file aplikasi, foto, dan lain-lainnya akan berlangsung antara smartphone lama dengan Honor 10.

Artinya, pengguna tidak perlu lagi memindahkan file satu per satu dengan membuat folder baru dan mengunduh ulang aplikasi yang sudah ada serta melakukan login kembali yang kemungkinan besar penggunanya sudah lupa username dan password.

 

Kamera dan Video

Untuk sebuah smartphone yang dibanderol dengan harga di rentang Rp6 juta, kemampuan kamera Honor 10 sangat memuaskan, meskipun tidak memiliki embel Leica seperti yang dimiliki Huawei P20 Pro.

Kamera depannya hadir dengan resolusi 24MP aperture f/2.0 dengan dukungan teknologi AI Portrait Mode, Portrait Lighting, dan Facial Lighting. Fitur-fitur tersebut menyediakan kemampuan untuk menghasilkan foto selfie bokeh yang natural serta fitur Portrait Lighting menyajikan pilihan arah pencahayaan ala foto studio sesuai keinginan pengguna.

Menurut Medcom.id, hasil foto kamera depan Honor 10 masih memuaskan. Hasilnya cukup tajam dan terang meskipun dalam kondisi tertentu seperti di dalam ruangan warnanya terlihat kurang kaya atau white balance yang terlalu kuat yang menurut kami masih bisa diperbaiki lewat update software.







Dalam kondisi pencahayaan yang cukup gelap, kamera depannya masih bisa menghasilkan foto yang cukup terang, sehingga selama penggunanya mampu menemukan pencahayaan yang cukup, hasil foto kamera depan Honor 10 tidak buruk.

Tidak ketinggalan kamera depannya juga menyediakan fitur AR Mode, berupa animasi telinga kelinci, serta AR Mode untuk mengubah latar foto penggunanya. Kamera depan juga bisa digunakan untuk merekam video resolusi 1080 di framerate 30fps.

Beralih ke kamera depan, Honor 10 memiliki kamera ganda kombinasi 24MP+16MP di aperture f/1.8 yang didukung teknologi mode AI berkat teknologi NPU yang berasal dari prosesor Huawei Kirin 970 yang ditanamkan di dalamnya.





Teknologi NPU di AI mode membuat kamera Honor 10 mampu mengenali objek di dalam foto, yang kemudian secara otomatis menyesuaikan mode pengambilan foto yang sesuai dengan objek tersebut.

Tujuannya agar hasil foto lebih memuaskan ketimbang mode pengambilan biasa atau manual, yang mungkin menyulitkan pengguna amatir yang tidak terbiasa dengan mode kamera manual atau profesional di smartphone.

Berdasarkan pengalaman, peningkatan hasil fotonya sangat memuaskan. Sementara saat menggunakan mode pengambilan foto biasa atau tanpa mode AI, hasil foto kamera belakang Honor 10 juga masih tergolong bagus dan tajam.

Tersedia banyak fitur atau mode pengambilan foto untuk kamera belakangnya. Namun, langkah untuk mengakses beragam fitur dan mode di Honor 10 masih kurang ringkas, harus berganti layar untuk mengakses beragam mode.



Bagi pengguna yang menginginkan mode video lambat atau Slo-Mo seperti yang diusung Samsung Galaxy S9 maupun Huawei P20 Pro, Honor 10 juga menyediakan mode Slo-Mo paling lambat 480fps. Kamera belakangnya sendiri mampu merekam video resolusi 2160p di 30fps.

 

Perfoma dan Baterai

Honor 10 mengusung prosesor yang sama dengan Huawei P20 Pro yakni Kirin 970 yang pernah Medcom.id ulas serta diadu dengan smartphone flagship Samsung.

Untuk kapasitas RAM dan memori internal, Honor 10 di Indonesia hadir dengan RAM 4GB, sementara di luar negeri beredar varian RAM 6GB dan 8GB untuk yang versi GT. Lalu kapasitas memori internal tersedia varian 64GB dan 128GB.

Honor 10 tidak hadir dengan dukungan MicroSD. Ini sangat masuk akal karena kapasitas penyimpanannya sendiri sudah 128GB. Sudah lebih dari cukup untuk menyimpan data apapun yang diinginkan. 

Tercatat skor Honor 10 tidak buruk dan tergolong bagus di database Medcom.id, dibandingkan smartphone lain yang juga menjual kualitas kameranya tapi dipatok dengan harga yang tergolong tinggi.

Honor 10 memiliki selisih skor yang berbeda dengan Huawei P20 Pro, meskipun sama-sama menggunakan prosesor Huawei Kirin 970. Kemungkinan besar karena ada perbedaan konfigurasi di sistemnya. Sementara Oppo F7 dan Vivo V9 yang hadir dengan resolusi kamera depan 24MP justru hadir dengan performa yang kurang memuaskan.



Selain itu Honor 10 juga sudah mengadopsi teknologi GPU Turbo yang diciptakan Huawei pada prosesor Kirin 970. Teknologi ini mampu meningkatkan performa smartphone untuk bermain game, di saat yang sama menambah efisiensi konsumsi baterai. 

Dalam uji coba yang sudah Medcom.id lakukan, Honor 10 mampu memainkan PUBG Mobile di tingkat kualitas grafis HDR dan pengaturan Ultra dengan lancar serta, hanya mengkonsumsi baterai sebanyak lima persen untuk durasi permainan 10 menit.

Kami menemukan bahwa Honor 10 memiliki titik panas di baian atas layar dan punggungnya. Menurut kami hal ini masih bisa diatasi lewat update software seperti yang pernah dilakukan vendor smartphone lain yang mengalami hal serupa.

Kapasitas baterainya sebesar 3.400 mAh dapat terisi cepat lewat Honor SuperCharge yang mampu 50 persen dalam waktu 25 menit. Medcom.id melakukan pengujian daya tahan menggunakan aplikasi PCMark Battery, dan memperoleh hasil bahwa Honor 10 mampu bertahan selama 9 jam 56 menit.



Kesimpulan
Honor 10 yang dibanderol pada rentang harga Rp6 juta, tergolong sepi pesaing karena setahun belakangan ini kebanyakan vendor merilis smartphone di kisaran harga Rp1-5 juta dan di atas Rp8 juta.

Menanggapi tampilannya, Honor 10 sangat sukses membawa kesan smartphone premium atau mewah lewat desainnya serta performa yang cukup memuaskan. Sayangnya, rasa panas yang muncul menjadi catatan bagi Honor untuk melakukan sedikit perbaikan.
 
  Honor 10
Prosesor  Kirin 970
RAM  4GB
OS Android 8.1 Oreo + EMUI 8.1
Memori Internal 128GB
Kamera  Depan 24MP, Belakang 24MP+16MP
Baterai  3.400 mAh
Layar  5,84 inci FHD+ 2280x1080 piksel
Harga Rp6.999.000
 
9
Honor 10
Plus
  • Desain mewah
  • Performa dapur pacu memuaskan
  • Kualitas kemampuan kamera memuaskan dan banyak fitur
  • Pengisian baterai cepat
  • Terjangkau untuk segmen premium
Minus
  • Bodi belakang rawan tergores
  • Masih ada rasa panas saat digunakan bermain game




(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.