Kirin 970, Prosesor Canggih di Huawei P20 Pro

Cahyandaru Kuncorojati 01 Juli 2018 14:43 WIB
huawei
Kirin 970, Prosesor Canggih di Huawei P20 Pro
Prosesor Kirin buatan Huawei yang mengunggulkan teknologi kecerdasan buatan.
Jakarta: Prosesor juga menjadi salah satu pertimbangan dalam membeli sebuah smartphone. Sebagian dari Anda mungkin berpikir hal ini hanya dilakukan oleh konsumen yang memperhatikan atau memahami tren performa smartphone.

Sebagian dari Anda juga mungkin mengakui bahwa kemampuan kamera menjadi pertimbangan utama dalam memilih smartphone yang akan dibeli. Perlu diingat bahwa kemampuan kamera juga sangat bergantung kepada prosesornya.

Baik di komputer maupun smartphone, sebuah prosesor menjadi otak dari perangkat tersebut. Jadi seluruh kemampuan yang dimiliki smartphone ditopang oleh kemampuan prosesornya.


Ada beberapa perusahaan teknologi yang berkecimpung di industri smartphone juga menciptakan prosesor sendiri. Sebut saja Huawei dengan prosesor Kirin, Samsung dengan Exynos, dan banyak lagi.



Alasan mereka menciptakan prosesor sendiri untuk smartphone sebetulnya sederhana. Dengan prosesor buatan sendiri, vendor bisa meracik sesuai dengan teknologi atau kemampuan yang ingin ditanamkan pada smartphone buatannya.

Alhasil smartphone dengan prosesor buatan mereka sendiri kerap memiliki fitur yang unik dibandingkan vendor lain. Performa juga bisa lebih optimal, bahkan unggul dibandingkan smartphone lainnya.

Misalnya, Huawei P20 Pro yang kemarin diluncurkan di Indonesia setelah lebih dulu di global. tidak hanya hadir sebagai smartphone pertama dengan tiga kamera di belakangnya, ponsel ini juga menggunakan prosesor tertinggi Huawei Kirin 970.

Huawei Kirin 970 pertama kali diperkenalkan di ajang IFA Berlin 2017 dan diciptakan lewat proses fabrikasi ukuran 10nm dengan 5,5 juta trasistor, lebih banyak dari Qualcomm Snapdragon 835 yang memiliki 3,1 juta transistor.

Dalam acara media yang digelar Huawei, Medcom.id mendapatkan penjelasan bahwa fitur teknologi AI atau kecerdasan buatan yang diberi nama Huawei sebagai NPU (Neural Network Processing Unit) menjadi keunggulan Kirin 970 dibandingkan prosesor lainya, selain dari aspek performa.

Kegunaannya bukan untuk menyaingi asisten pribadi seperti Google Assistant atau Siri. NPU berfungsi mengoptimalkan performa hardware lainnya, terutama dalam menganalisis objek yang ditangkap kamera smartphone Huawei yang menggunaan Kirin 970, salah satunya adalah Huawei P20 Pro.



Sensor yang sebelumnya mampu menentukan apakah kamera harus menangkap cahaya luar yang lebih banyak, atau menangkap gerakan yang cepat. NPU bisa memahami perasaan, situasi, lingkungan, konteks, kegiatan. Hasilnya juga terlihat pada proses gambar yang diklaim lebih cepat ketimbang prosesor sejenis.

Fitur tersebut hadir di Huawei P20 Pro lewat mode AI Camera, sehingga kameranya mampu mengenali objek yang tertangkap kamera, dan dengan otomatis langsung menyesuaikan kondisi pencahayaan untuk menghasil foto yang bagus dan tepat untuk objek.

Selain fitur tersebut, Kirin 970 juga secara cerdas mengatur performa hardware yang sedang beroperasi. Hal ini bisa terwujud karena kecerdasan buatan juga terhubung dengan cloud, yang nantinya membuat NPU memelajari dan memahami pola kinerja smartphone.

Medcom.id yang penasaran dengan klaim tersebut akhirnya melakukan pengujian Huawei P20 Pro dengan perangkat kompetitor yang juga termasuk di kelas premium, Samsung Galaxy S9+ berbasis prosesor Exynos 9810.

Lewat aplikasi 3DMark, Huawei P20 Pro dengan Kirin 970 dan Samsung Galaxy S9+ diuji dalam simulasi pengujian Slingshot Extreme OpenGL dan Slingshot. Kedua simulasi pengujian ini mengukur kemampuan prosesor dalam mengolah grafis seperti konten video maupun foto.



Hasil pengujian menunjukkan bahwa Huawei P20 Pro mencatatkan angka lebih besar dari Samsung Galaxy S9+ dalam dua pengujian tadi. Pada pengujian 3DMark Slingshot Extreme OpenGL Huawei P20 Pro memperoleh skor 3305 dan Samsung Galaxy S9+ skornya 3007.

Sementara di pengujian 3DMark Slingshot Huawei P20 Pro mendapatkan skor 3271 dan Samsung Galaxy S9+ hanya 2518. Kedua simulasi pengujian ini menunjukkan bahwa Huawei P20 Pro masih lebih mumpuni untuk mengolah konten video maupun foto termasuk game yang memiliki tampilan grafis tinggi.

Medcom.id juga melakukan pengujian menggunakan aplikasi PCMark, yakni simulasi smartphone digunakan untuk melakukan beragam kegiatan serta multitasking. Hasilnya, Huawei P20 Pro sekali lagi lebih unggul dengan skor 6972 dan Samsung Galaxy S9+ skor 5344.

Artinya Kirin 970 di dalam Huawei P20 Pro mampu menyajikan performa lebih baik dari kompetitor, membuat smartphone ini tidak hanya memiliki teknologi AI yang berbeda di kameranya juga performa yang mumpuni di dapur pacunya.

Prosesor sebagai komponen yang bekerja paling berat di smartphone juga membutuhkan pasokan daya dari baterai selama bekerja. Alhasil, semakin berat beban kerja yang dilakukan di smartphone, baterai akan ikut terkuras.

Beruntung baterai Huawei P20 Pro berkapasitas 4.00 0mAh sementara Samsung Galaxy S9+ hanya 3.500 mAh. Kapasitas 4.000 mAh tersebut dapat terisi penuh dari nol persen hingga 100 persen hanya dalam waktu satu jam.



Durasi tersebut tergolong yang tercepat di pasar saat ini untuk kapasitas baterai 4.000 mAh. Skor pengujian daya tahan baterai yang dilakukan lewat aplikasi PCMark mencatat Huawei P20 Pro mampu bertahan hampir 10 jam, sementara Samsung Galaxy S9+ hanya sekitar 8 jam.

Merangkum secara keseluruhan Huawei P20 Pro berbekal Kirin 970 mampu menyajikan smartphone premium dengan fitur tercanggih saat ini serta performa mumpuni di antara kompetitornya ditambah konsumsi daya yang tergolong sangat hemat di kelasnya.

Jadi prosesor sebuah smartphone terbaik adalah yang mampu memberikan performa tertinggi serta fitur teknologi canggih, dan juga dibarengi dengan konsumsi daya yang sangat hemat.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.