Sama seperti pesaingnya tersebut, GTX 1050 Ti juga ditujukan untuk para pengguna pemula dan pemain game kompetitif atau esport yang tidak memerlukan kartu grafis dengan performa sangat tinggi.
Salah satu kartu grafis GTX 1050 Ti yang sudah ada di pasar saat ini adalah ASUS ROG STRIX GTX 1050 Ti. Kartu grafis dengan memori GDDR5 sebesar 4GB ini hadir layaknya ROG STRIX Radeon RX 460 yang telah kami ulas beberapa waktu yang lalu. Ia memiliki bodi yang sama persis dengan dua kipas dan teknologi yang sama, yaitu DirectCU II.

DirectCU II merupakan sistem pendingin dua kipas yang sudah banyak digunakan di kartu grafis ASUS. Saat ini, teknologi pendinginan tersebut telah dilengkapi dengan berbagai teknologi pendukung lainnya, mulai dari teknologi Dual Wing-Blade yang diklaim mampu meningkatkan tekanan udara hingga 105 persen, namun bekerja tiga kali lebih senyap daripada kipas biasa, hingga heatsink yang mampu menyalurkan panas 30 persen lebih baik.
Menariknya, kartu grafis ini memiliki ukuran yang kecil sehingga cocok untuk dipasang di sistem PC berukuran mini. Meski demikian, kartu grafis ini masih membutuhkan tenaga ekstra berupa satu socket power dengan enam pin dari power supply. Selain untuk menghadirkan tenaga ekstra untuk GPU, daya tambahan tersebut juga digunakan untuk menghidupkan sistem RGB LED Aura Lighting yang juga tertanam di kartu grafis ini.

Sama seperti ROG STRIX Radeon RX 460, kartu grafis ini juga hadir dengan performa yang telah ditingkatkan. ROG STRIX GTX 1050 Ti hadir dengan base clock 1379MHz dan boost clock 1439MHz di Gaming Mode. Angka tersebut memang lebih tinggi dari GTX 1050 Ti versi standar yang hanya memiliki base clock 1290 MHz dan boost clock 1392 MHz. Menariknya lagi, performa tersebut masih bisa ditingkatkan melalui OC Mode.
Melihat semua fitur dan performanya di atas kertas, ROG STRIX GTX 1050 Ti memang terlihat sangat menjanjikan untuk sebuah kartu grafis kelas pemula. Dari hasil pengujian kami, kartu grafis ini berhasil meraih skor 7022 poin saat diuji menggunakan 3D Mark Fire Strike. Skor tersebut cukup jauh melampaui ROG STRIX Radeon RX 460 yang hanya mampu memperoleh skor sebesar 5240 poin.
Jika dibandingkan dengan rivalnya tersebut, kartu grafis ini memang lebih kencang. Pengujian menggunakan beberapa game seperti The Witcher 3, GTA V, Far Cry Primal, Star Wars Battlefront, Rise of The Tomb Raider, dan Ashes of The Singularity menunjukkan kartu grafis ini cukup kuat untuk memainkan game-game AAA.

Sayangnya, untuk mendapatkan framerate di angka 60fps, Anda harus sedikit menurunkan kualitas visual dalam game. Artinya, kartu grafis ini masih belum bisa menghadirkan performa gaming 60fps di resolusi 1080p dengan pengaturan grafis paling tinggi untuk game AAA.
Tentu saja untuk game kompetitif seperti DOTA 2, League of Legends, Counter Strike: Global Offensive, dan Overwatch, kartu grafis ini dapat melibas semuanya dengan mudah. Bahkan untuk DOTA 2 saja framerate bisa mencapai lebih dari 100fps.
Kesimpulan
ASUS ROG STRIX GTX 1050 Ti memang memiliki performa yang sangat kencang bagi gamer kelas pemula atau mereka yang hanya fokus bermain game kompetitif. Harganya memang di atas rata-rata kartu grafis pemula lainnya, yaitu di kisaran Rp2,9 juta, karena kartu grafis ini memang mengusung nama ROG STRIX yang merupakan brand premium.
Jika dibandingkan dengan rivalnya, yaitu ROG STRIX radeon RX 460, kartu grafis ini juga masih dibanderol dengan harga lebih tinggi, yaitu dengan selisih hingga lebih dari Rp700 ribu. Namun melihat performa yang ditawarkan, sebaiknya Anda lebih memilih kartu grafis ini meski harus membayar lebih.
| ASUS ROG STRIX GTX 1050 Ti | |
| Chipset | Pascal GP107-400 |
| Memori | 4GB GDDR5 |
| Boost Clock | 1379 MHz (Gaming Mode) |
| Memory Clock | 1439 MHz (Gaming Mode) |
| Interface | 128-bit |
| Harga | Rp2,9 juta |
ASUS ROG STRIX GTX 1050 Ti
- Performa kencang untuk kelas pemula
- Pre-overclocked
- Harga di atas rata-rata kartu grafis kelas pemula
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News