(REUTERS/Brendan McDermid)
(REUTERS/Brendan McDermid)

AT&T Akuisisi Perusahaan Induk CNN Lebih dari Rp1.000 Triliun

Insaf Albert Tarigan, Ellavie Ichlasa Amalia • 23 Oktober 2016 10:28
medcom.id: Salah satu operator telekomunikasi terbesar di Amerika Serikat AT&T dikabarkan mengakuisisi konglomerasi media dan hiburan Time Warner senilai USD85.4 miliar atau Rp1.000 triliun lebih.
 
The Wall Street Journal, Minggu (23/10), melaporkan, melalui akuisisi ini, AT&T akan mengambil alih beberapa perusahaan di bidang hiburan dan berita terkenal, termasuk HBO, Warner Bros dan CNN.
 
Selain itu, AT&T juga akan mengambil alih DC Comics yang berada di bawah Time Warner. Akuisi AT&T ini membuat persaingan operator di Amerika Serikat kian sengit. Pesaing utama mereka, Verizon, sudah terlebih dahulu mengakuisisi Yahoo dan AOL yang juga membawahi beberapa media massa.

Menurut Reuters, AT&T akan membayar dalam bentuk separuh uang tunai dan separuh dalam bentuk saham dengan nilai USD107.50 per lembar saham Time Warner. AT&T berharap, proses akuisisi ini akan rampung pada akhir tahun 2017.
 
Namun, akuisisi ini bisa saja terganjal jika Donald Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat. Trump pada Sabtu pekan lalu mengatakan, akuisisi AT&T terhadap Time Warner akan membuat iklim usaha menjadi tidak sehat. Sementara, calon presiden Hillary Clinton belum menyampaikan pendapat.
 
Sama seperti konsolidasi media besar lainnya, merger AT&T dengan Time Warner akan memiliki dampak besar pada industri hiburan dan internet. 
 
Seperti yang disebutkan oleh The Verge, persaingan antar ISP memang tidak terlalu ketat, tapi, saat mereka melakukan akuisisi vertikal dan tidak hanya menawarkan layanan internet tapi juga konten, mau tidak mau mereka harus bersaing dengan perusahaan-perusahaan non-ISP untuk membuat dan mendistribusikan konten.
 
Satu hal yang harus dipertanyakan adalah apakah AT&T akan memberikan perlakukan khusus terkait video dari perusahaan-perusahaan Time Warner. Saat ini, AT&T meminta bayaran pada pihak yang ingin kontennya ditayangkan ke pelanggan AT&T. Setelah merger, mereka mungkin akan membiarkan pelanggan mengakses konten Time Warner secara gratis. 
 
Namun, hal ini melanggar prinsip netralitas internet, yaitu prinsip bahwa setiap penyedia layanan internet harus menyediakan akses ke semua konten dan aplikasi tanpa memberikan perlakukan khusus pada produk atau situs tertentu.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA