Facebook Kembangkan Lasso, Pesaing Tik Tok
Facebook kembangkan Lasso untuk saingi Tik Tok. (Lionel Bonaventure / AFP)
Jakarta: Facebook tengah mengembangkan aplikasi baru untuk bersaing dengan TikTok, aplikasi video 15 detik yang sangat populer.

Menurut laporan TechCrunch, Facebook berusaha memenangkan hati para remaja dengan Lasso, aplikasi yang memungkinkan pengguna merekam diri ketika menari dan lip-sync

"Aplikasi ini adalah TikTok/Musically. Ia menampilkan layar penuh, dibuat untuk para remaja, menyenangkan dan lucu untuk digunakan, dan fokus pada pembuatan konten," kata narasumber TechCrunch.


Laporan ini muncul setelah Facebook meluncurkan fitur baru berupa stiker musik pada Stories. Selain itu, mereka juga telah meluncurkan fitur Lip Sync LIve pada aplikasi Facebook. 



Kemungkinan, Lasso adalah versi aplikasi mandiri dari Lip Sync Live. Mengingat Facebook memiliki lisensi dengan banyak label rekaman besar, mereka akan bisa menawarkan banyak lagu-lagu yang tidak bisa ditemukan pada TikTok. 

Pada 2016, Facebook memang membuat tim khusus untuk menyelidiki alasan di balik popularitas Musical.ly di kalangan remaja. Namun, proyek itu akhirnya ditangguhkan untuk sementara karena aplikasi itu terlihat tidak terlalu populer.

Namun, Musical.ly kemudian bergabung dengan TikTok, yang telah memiliki 500 juta pengguna aktif bulanan di dunia pada Juli lalu. Lasso dikembangkan oleh tim Watch dan video Facebook. Masih belum diketahui apakah aplikasi ini akan sukses. 

Di Indonesia, Tik Tok juga cukup populer. Pada bulan Juli lalu, Tik Tok sempat diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika karena dianggap mengandung konten ilegal, seperti pornografi.

Pihak Tik Tok kemudian menghampiri Kemenkominfo dan berjanji untuk membersihkan konten pada platform-nya. Setelah itu, Tik Tok kembali bisa diakses



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.