Sebagai konsumen, masyarakat diimbau untuk lebih teliti dan lebih jeli dalam memperhatikan dan memeriksa perangkat sebelum memutuskan untuk membelinya. Sebab umumnya, perangkat replika, terutama smartphone hadir dengan desain bodi dan software serupa.
Berikut sejumlah faktor yang perlu Anda perhatikan untuk membedakan smartphone replika atau kerap disebut masyarakat dengan istilah smartphone HDC, dengan smartphone asli karya produsen.
1. Harga
Jika menemukan ponsel yang ditawarkan dengan harga jauh di bawah harga ponsel yang dapat ditemukan di berbagai media resmi, terutama ponsel keluaran terbaru, maka ponsel ini patut dicurigai sebagai ponsel HDC.2. Spesifikasi
Umumnya, fitur dan spesifikasi yang diusung oleh iPhone HDC hanya mirip dan tidak benar-benar sama jika dibandingkan dengan smartphone orisinal.Salah satunya kemampuan screenshot pada iPhone yang umumnya berbeda dengan cara melakukan screenshot di perangkat Android. Usungan spesifikasi berbeda juga menyebabkan performa smartphone HDC tidak sebaik ponsel orisinal.
3. Material
Membedakan ponsel HDC dengan ponsel orisinal juga dapat dilakukan dengan memperhatikan bahan yang digunakan pada bodi perangkat. Ponsel HDC umumnya menggunakan bahan bodi yang tidak sebaik ponsel aslinya, seperti plastik, sedangkan versi asli menggunakan bahan metal.4. Imei
Setiap ponsel cerdas dan perangkat komunikasi elektronik selalu memiliki rangkaian nomor identifikasi atau dikenal dengan istilah IMEI. Karenanya, konsumen perlu memeriksa nomor IMEI dari ponsel untuk mengetahui keasliannya.Nomor IMEI ini juga terkait dengan garansi perangkat, dan Anda dapat memeriksa legalitas IMEI dengan cara ini.
Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memberantas peredaran ponsel ilegal, salah satunya menghadirkan regulasi IMEI. Namun, tidak ada salahnya bagi Anda untuk lebih berhati-hati guna menghindari menjadi korban dari tindakan merugikan yang dilakukan pihak bertanggungjawab ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News