(kedua dari kiri) Miliuner sekaligus pendiri Amazon, Jeff Bezos berfoto bersama Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman. (Getty Images)
(kedua dari kiri) Miliuner sekaligus pendiri Amazon, Jeff Bezos berfoto bersama Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman. (Getty Images)

Penyelidik PBB: Ponsel Bos Amazon Diretas via Video di WhatsApp

Teknologi teknologi tips dan trik teknologi whatsapp aplikasi
Cahyandaru Kuncorojati • 23 Januari 2020 10:50
Jakarta: Penyelidik PBB yang ditunjuk untuk turun tangan investigasi kasus peretasan ponsel miliuner sekaligus bos Amazon, Jeff Bezos yang diduga dilakukan oleh Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman dimulai.
 
Beberapa kesimpulan awal dari penyelidikan oleh penyelidik Agnès Callamard and David Kaye memperkuat dugaan bahwa peretasan tersebut dilakukan dengan sengaja. Peretasan sudah diketahui terjadi pada 2018 berdasarkan pemberitaan media The Guardian.
 
Peretasan dilakukan melalui pesan singkat WhatsApp yang dikirim oleh akun milik Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Di dalamnya disebut bersi sebuah video yang ternyata disusupi malware.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada beberapa poin yang dibeberkan oleh penyelidik forensik PBB. Pertama bahwa peretasan benar dilakukan via WhatsApp dan menggunakan akun WhatsApp milik Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman.
 
Ponsel milik Bezos disusupi malware yang diterima pada 1 Mei 2018 melalui konten video format MP4 yang dikirimkan putra mahkota Kerajaan Arab Saudi. Namun tidak diberikan deskripsi apa isi video tersebut.
 
Investigasi menemukan bahwa beberapa dalam durasi satu jam setelah diterima ternyata ponsel Bezos mencuri banyak data dan tidak diketahui hingga beberapa bulan. Tidak diungkapkan kemana data yang dicuri tersebut dikirim dan siapa penampungnya.
 
Penyelidik PBB meyakini bahwa malware yang digunakan adalah jenis spyware, malware khusus untuk memata-matai. Hal yang mengejutkan adalah spyware yang digunakan diklaim buatan perusahaan bernama NSO Group asal Israel yang pernah digugat oleh WhatsApp sekaligus Facebook terkait kasus peretasan.
 
Berdasarkan kronologi yang dibuat oleh penyelidik PBB, Bezos dan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman bertukar kontak WhatsApp dalam sebuah makan malam di Los Angeles, Amerika Serikat tanggal 4 April 2018.
 
Menurut Callamard, runut kronologi yang dibuat masih berkaitan dengan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang berkaitan dengan Kerajaan Arab Saudi. Khashoggi dibunuhpada Oktober 2018, lima bulan setelah ponsel Bezos diretas.
 
"Di saat Arab Saudi seharus melakukan investigasi terkait pembunuhan Khashoggi dan menghukun pelakunya, diyakini mereka juga melancarkan kampanye online yang masif mendargetkan Bezos sebagai pemilik dari The Washington Post," jelas Callamard dalam pernyataannya.
 
Jamal Khashoggi merupakan jurnalis sekaligus kolumnis untuk The Washington Post. Dia aktif mengkritisi pemerintah dan anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi. Khashoggi dibunuh di kedutaan Arab Saudi yang berbasis di Turki.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif