Sementara itu untuk CyanogenMod, Android open source berbasis sistem operasi yang dikembangkan dan dikelola komunitas, akan tetap tersedia. Ketersediaan CyanogenMod didasarkan pada upaya pengembang yang berkeinginan untuk melanjutkan pengembangan sistem sebagai proyek personal.
Selain itu, kode sumber akan tetap tersedia untuk setiap pengembang yang masih ingin mengembangkan sistem operasi ini. GSM Arena melaporkan, informasi ini disampaikan Cyanogen melalui unggahan singkat di blog resminya.
Keruntuhan Cyanogen semakin diketahui masyarakat setelah sang Co-founder, Steve Kondik, mengundurkan diri dari perusahaan yang ikut dibangunnya tersebut. Cyanogen dilaporkan mengalami masa sulit, yang mengharuskan perusahaan tersebut untuk memangkas jumlah pegawainya, dan melakukan perubahan jajaran organisasi.
Pemangkasan pegawai ini menjadi salah satu langkah yang diputuskan tim developer Cyanogen, guna memenuhi ambisinya untuk membuat sebuah perusahaan yang dapat membuat platform mobile terbesar ketiga setelah Android dan iOS.
Pemangkasan pegawai tersebut merupakan hasil dari penerapan strategi baru rancangan Chief Operating Officer, Lior Tal, mantan pegawai Facebook yang baru-baru ini bergabung. Bergabung pada Oktober lalu, Tal berupaya mengubah model bisnisnya, guna dapat bertahan di industri OS mobile.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News