Hal ini dikonfirmasikan Kondik melalui akun Twitter pirbadinya, sembari mengucapkan terima kasih untuk dukungan yang diterimanya selama masa sulit Cyanogen.
Cyanogen dilaporkan mengalami masa sulit, yang mengharuskan perusahaan tersebut untuk memangkas jumlah pegawainya, melakukan perubahan jajaran organisasi, setelah mengalami kegagalan terkait strategi yang diusungnya.
Sebelumnya, Kondik masih belum mengonfirmasi terkait kepergiaannya, dan mengaku terjadi kesalahan manajemen yang memalukan dan mengkhawatirkan perusahaanya.
Kondik mengungkap bahwa co-founder Cyanogen lain mulai menunjukan ketidakinginannya menjalankan bisnis dan tidak lagi memiliki visi yang sama. Hal ini disebut Kondik sebagai pukulan keras bagi perusahaanya, dan turut mengiring media menghadirkan rumor yang tidak tepat, serta menyebabkan terjadinya kerja sama yang tidak menguntungkan.
Menghadapi hal ini, Kondik mengaku mencoba menghentikannya dan mengendalikan kerusakan yang terjadi, sembari berharap hal kurang menyenangkan lainnya tidak terjadi lagi. Namun, konflik tidak terelakan, menyebabkan perusahaan ini kehilangan sejumlah sejumlah pegawainya.
Cynogen dilaporkan telah merumahkan sebanyak 20 persen dari pegawainya, akibat kegagalan sistem operasi karyanya untuk menarik perhatian produsen dan konsumen ponsel. Pemangkasan pegawai tersebut merupakan hasil dari penerapan strategi baru rancangan Chief Operating Officer, Lior Tal, mantan pegawai Facebook yang baru-baru ini bergabung.
Sementara Tal menyebut, ia menawarkan menggabungkan lokasi kantor Cyanogen menjadi satu di Palo Alto pada akhir tahun ini, serta menawarkan pegagai di kantor Seattle pilihan untuk berpindah ke California.
Rencana ini ditujukan untuk meningkatkan komunikasi dan performa antara tim yang akan bekerja di lokasi yang sama. Penggabungan ini disebut memungkinkan Cyanogen menghasilkan efisiensi dan mengurangi keterbatasan dalam siklus pengembangan produk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News