WhatsApp telah diblokir di Tiongkok. (Shutterstock)
WhatsApp telah diblokir di Tiongkok. (Shutterstock)

WhatsApp Diblokir, Masyarakat Tiongkok Protes di Weibo

Ellavie Ichlasa Amalia • 26 September 2017 17:01
medcom.id: Keputusan pemerintah Tiongkok untuk memblokir WhatsApp untuk memastikan Kongres Nasional Partai Komunis berjalan lancar membuat sebagian masyarakat Tiongkok kecewa. Dan hal ini mereka ungkapkan di media sosial.
 
"Kehilangan kontak dengan rekan saya, memaksa saya untuk kembali menggunakan telepon dan email untuk bekerja sekarang," ujar salah seorang pengguna WhatsApp di Weibo, situs microblogging layaknya Twitter, seperti yang dikutip dari The New York Times
 
"Bahkan WhatsApp sekarang diblokir? Saya bisa bangkrut," ujar pengguna lainnya. 

Di Tiongkok, orang-orang memang mulai jarang menggunakan email karena banyak masyarakat yang menggunakan aplikasi pengirim seperti WeChat. Aplikasi buatan Tiongkok itu telah memiliki 963 juta pengguna aktif.
 
Selain memiliki beberapa fitur ekstra, aplikasi serupa WhatsApp itu juga punya satu perbedaan lain dengan layanan di bawah Facebook tersebut, yaitu mereka punya hubungan erat dengan pemerintah Tiongkok. Bulan ini, WeChat mengirimkan notifikasi untuk mengingatkan pengguna bahwa mereka mematuhi peraturan pemerintah terkait informasi pribadi pengguna. 
 
Ketika Tiongkok bergabung dengan Organisasi Dagang Dunia (WTO) pada 2001, mereka setuju untuk membuka layanan data online dan layanan telekomunikasi lain untuk berkompetisi di dunia.
 
Namun, mereka juga berhasil mendapatkan persetujuan anggota WTO lain sehingga mereka tetap mendapatkan hak untuk membatasi media. Perusahaan global teknologi, yang cukup menggantungkan diri pada pasar Tiongkok, enggan menganggap Beijing gagal memenuhi komitmen WTO mereka. 
 
Badan Representatif Dagang Amerika Serikat telau memulai investigasi terkait apakah Tiongkok telah melanggar properti intelektual perusahaan AS. Sayangnya, mereka tidak memberikan banyak informasi. Satu hal yang pasti, WhatsApp dikenal dengan reputasinya yang baik di kalangan cryptographer. Mungkin inilah yang membuat pemerintah Tiongkok akhirnya memutuskan untuk memblokir layanan di bawah Facebook tersebut. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA