Tiongkok akhirnya memblokir WhatsApp. (Wikimedia)
Tiongkok akhirnya memblokir WhatsApp. (Wikimedia)

Tiongkok Blokir WhatsApp

Ellavie Ichlasa Amalia • 26 September 2017 10:31
medcom.id: Tiongkok memblokir WhatsApp, para ahli keamanan mengonfirmasi pada The New York Times. Selama beberapa bulan lalu, WhatsApp memang telah mengalami gangguan layanan di Negeri Tirai Bambu tersebut. Misalnya, pengguna tidak bisa mengirimkan video atau foto melalui WhatsApp. 
 
Sekarang, aplikasi pengirim pesan itu telah sepenuhnya diblokir. Pengguna kini bahkan tidak bisa mengirimkan pesan teks, menurut Nadim Kobeissi, seorang cryptographer di Symbolic Software, perusahaan riset asal Paris yang juga memonitor penyensoran digital di Tiongkok.
 
"Pada dasarnya, apa yang kami awalnya pikir adalah penyensoran foto, video dan audio di WhatsApp pada bulan Juli lalu kini telah berubah menjadi pemblokiran pesan di seluruh Tiongkok," kata Kobeissi pada The Verge

Kobeissi menemukan bahwa belum lama ini, Tiongkok telah memperbaiki firewall mereka sehingga dapat mendeteksi dan memblokir protokol NoiseSocket yang WhatsApp gunakan untuk mengirimkan pesan teks. Firewall Tiongkok ini juga telah dapat memblokir HTTPS/TLS yang WhatsApp gunakan untuk mengirimkan foto dan video. 
 
Dia berkata, "Saya rasa, membutuhkan waktu agar firewall Tiongkok dapat mengadaptasi protokol baru ini, sehingga ia juga bisa menargetkan pesan tertulis." Perusahahannya mulai menyadari akan gangguan pada WhatsApp pada hari Rabu minggu lalu. 
 
Pemblokiran ini akan semakin mempersulit Facebook, pemiliki WhatsApp yang layanan media sosialnya telah diblokir di Tiongkok sejak 2009. Satu-satunya aplikasi Facebook yang beroperasi di Tiongkok adalah aplikasi Colorful Balloons yang mereka rilis diam-diam bulan lalu. 
 
Penyensoran di Tiongkok menjadi semakin ketat diduga karena Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-19 akan diadakan dalam waktu dekat. Alasan WhatsApp diblokir adalah karena aplikasi tersebut menawarkan enkripsi end-to-end, yang memastikan bahwa pesan yang dikirim pengguna tidak bisa diakses siapapun. Sebaliknya, aplikasi lokal seperti WeChat menyediakan semua data pribadi pengguna pada pemerintah. 
 
WeChat, yang kini telah memiliki pengguna aktif sebanyak 963 juta, akan mendapatkan untung dari pemblokiran WhatsApp, yang merupakan satu-satunya pesaing di Tiongkok. WhatsApp menolak untuk berkomentar. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA