Xiaomi akan mengubah strategi mereka. (CNET)
Xiaomi akan mengubah strategi mereka. (CNET)

2020, Xiaomi Ingin Punya 1.000 Toko Offline

Ellavie Ichlasa Amalia • 29 September 2016 12:32
medcom.id: Xiaomi akan melakukan ekspansi besar-besaran. Menurut CEO Xiaomi, Lei Jun, mereka akan memperbanyak jumlah toko offline miliknya, dari 25 toko yang ada saat ini menjadi 1.000 toko di tahun 2020.
 
Kabar tentang rencana Lei untuk membuat toko fisik ini telah muncul di bulan Juli lalu. Ketika itu, Xiaomi ingin fokus ke penjualan offline untuk menghadapi masalah mengenai suplai saat menjual smartphone melalui program Flash Sales.
 
Seperti yang disebutkan oleh Android Authority, pada awalnya, nama Xiaomi tidak banyak dikenal di luar Tiongkok. Namun, dalam waktu beberapa tahun saja, vendor asal Tiongkok ini berhasil menjadi salah satu pemain yang diperhitungkan di dunia smartphone. Strategi Xiaomi sederhana, yaitu menawarkan smartphone dengan spesifikasi tinggi tapi dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Sama seperti kebanyakan vendor smartphone Tiongkok, Xiaomi fokus untuk menjual smartphone miliknya melalui jalur online. Namun, Lei mengatakan, Xiaomi mungkin akan mengubah strategi pemasaran mereka.
 
"Kami ingin konsumen untuk menyentuh dan menguji produk kami yang memiliki teknologi utama di toko. Kami telah mengubah strategi kami... Xiaomi akan membuka 1.000 toko di 2020," kata Lei.
 
Menurut Shanghai Daily, saat ini, Xiaomi memiliki 25 toko di Tiongkok. Di toko itu, konsumen akan menemukan berbagai produk dari Xiaomi, mulai dari smartphone, tv, pembersih udara, rice cooker dan produk-produk lainnya. 
 
Meskipun Lei tidak menjelaskan lokasi dari toko yang akan Xiaomi bangun, kemungkinan besar, mereka akan membangun toko di negara asalnya sendiri. Selama ini, strategi Xiaomi adalah fokus pada pemasaran online, tapi, dengan semakin ketatnya persaingan di pasar smartphone, mereka tidak punya pilihan lain selain memperkuat keberadaan offline mereka.
 
Sebagai perbandingan, merek nomor satu di Tiongkok saat ini, Huawei membanggakan bahwa mereka memiliki lebih dari 10 ribu toko di Tiongkok.
 
Di bulan Agustus lalu, pertumbuhan Xiaomi menurun 38 persen. Selain itu, valuasi Xiaomi juga terus turun. Dengan mengubah strategi, Xiaomi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan merek mereka. Selain itu, hal ini juga bisa menjadi batu loncatan bagi Xiaomi untuk masuk ke psar di negara lain.
 
Di Indonesia sendiri, Xiaomi hanya memiliki satu toko, yaitu Mi Concept Store yang ada di Pondok Indah Mall. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA