Padahal biasanya, iPhone terbaru akan sangat populer di kalangan konsumen beberapa minggu setelah ia diperkenalkan. Baik iPhone 8 dan iPhone 8 Plus telah ada di pasar sejak 22 September. Namun, ketertarikan masyarakat akan kedua ponsel itu jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan popularitas iPhone 7 pada tahun lalu.
Ini memperkuat dugaan bahwa banyak orang yang lebih menanti iPhone X, yang akan tersedia di pasar pada 3 November. Menurut analis yang dikutip oleh Reuters, tampaknya memang iPhone X adalah salah satu alasan masyarakat enggan membeli iPhone 8.
Tahun lalu, iPhone 7 begitu populer sehingga Apple berhasil menjual 78,3 juta unit pada kuartal itu, yang merupakan rekor bagi Apple. Sejak saat itu, penjualan iPhone 7 telah kembali naik. Salah satu alasannya karena harganya yang menurun, menjadi USD649 (Rp8,8 juta), sejak peluncuran iPhone baru pada bulan September lalu, lapor CNET.
Sementara itu, perbedaan harga iPhone 8 dengan iPhone 7 masih cukup jauh. iPhone 8 dihargai USD699 (Rp9,4 juta).
Memang, ponsel baru buatan Apple itu dilengkapi dengan berbagai fitur baru seperti pengisian baterai tanpa kabel, kamera yang lebih baik dan layar OLED, tapi menurut survei, semua ini dianggap kurang cukup untuk meyakinkan konsumen untuk membeli iPhone 8 yang lebih mahal.
Para analis juga mengklaim, alasan masyarakat kurang tertarik dengan iPhone 8 adalah penawaran yang kurang menarik jika dibandingkan dengan iPhone 7 tahun lalu. Sementara banyak orang diduga menunggu kehadiran iPhone X, diduga, Apple kesulitan untuk memproduksi iPhone paling premiumnya tersebut.
Itu artinya, ponsel itu mungkin akan masih sulit didapat tahun ini. Sama seperti tren di Amerika Serikat, masyarakat Indonesia juga lebih tertarik dengan iPhone lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News