Dia menyampaikan ini dalam catatan Apple Insight pada para investor pada hari Senin, lapor Business Insider. Apple iPhone 8 telah mulai tersedia di pasar Amerika Serikat pada akhir minggu lalu.
Namun, iPhone X, yang merupakan smartphone Apple yang paling canggih dan paling mahal dari Apple, baru akan tersedia di pasar pada 3 November. Meski harganya yang mahal, diperkirakan, permintaan akan iPhone X sangat tinggi. Kuo memperkirakan, jumlah pesanan untuk ponsel tersebut mungkin akan mencapai lebih dari 40-50 juta unit.
"Kami pikir, penggemar berat Apple di AS dan sebagian pengguna iPhone 6 dan 6s akan rela membayar mahal untuk mendapatkan ponsel ini," tulis Kuo.
Karena tingginya permintaan, ada kemungkinan bahwa iPhone X akan sulit untuk didapatkan. Sementara pabrik Apple baru akan mulai memproduksi iPhone X secara massal pada pertengahan atau akhir Oktober.
Alasan produksi terhambat adalah karena kamera depan "TrueDepth" pada iPhone X, yang memiliki konstruksi yang kompleks sehingga sulit untuk dibuat dalam jumlah banyak. Sensor pengenalan wajah pada iPhone X terdiri dari dua modul yaitu modul "Romeo" dan modul "Juliet".
Modul Romeo berfungsi untuk memproyeksikan titik-titik inframerah untuk memetakan wajah, sementara modul Julit berfungsi untuk membaca pola tersebut. Narasumber WSJ, menyebutkan bahwa modul Romeo memakan waktu lebih lama untuk dibuat dari modul Juliet. Hal ini dapat mempersulit produksi, yang akan membuat persediaan iPhone X semakin terbatas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News