Rudiantara ketika menyampaikan proses pengembangan Palapa Ring. (ANTARA Yudhi Mahatma)
Rudiantara ketika menyampaikan proses pengembangan Palapa Ring. (ANTARA Yudhi Mahatma)

Apakah Palapa Ring Telah Selesai?

Teknologi kominfo teknologi telekomunikasi proyek palapa ring
Ellavie Ichlasa Amalia • 19 Februari 2019 14:00
Jakarta:Dalam debat pilpres, Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa Palapa Ring akan bisa mendorong terciptanya startup unicorn di Indonesia.
 
Startup unicorn adalah startup dengan valuasi lebih dari USD1 miliar. Saat ini, Indonesia memiliki empat unicorn. Sementara Palapa Ring adalah jaringan serat optik yang menghubungkan kota dan kabupaten di Indonesia dengan bentangan lebih dari 12 ribu kilometer.
 
Serat kabel optik ini akan digelar di bawah tanah dan juga di bawah laut. Tujuannya agar internet kecepatan tinggi -- hingga 30Mbps -- bisa digunakan oleh semua orang Indonesia. Paket Palapa Ring dibagi menjadi tiga paket: Barat, Tengah, dan Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Palapa Ring di Indonesia bagian barat 100 persen selesai, Indonesia tengah 100 persen, di Indonesia timur 90 persen selesai. Insya Allah di Juli 100 persen selesai. Ini menyambungkan backbone dengan broadband dengan kecepatan yang sangat tinggi," sebut Jokowi dalam debat.
 
Apakah pernyataan ini benar?
 
"Paket Barat sudah 100 persen, sudah operasional. Paket Tengah 98 persen, Paket Timur 74 persen," kata Direktur Utama BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika), Anang Latief pada Oktober 2018.
 
"Jadi, target kami, awal tahun depan, ketiga paket telah beroperasi." Dia berharap, keseluruhan Palapa Ring akan bisa aktif pada 2019.
 
Pada Desember 2018, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan bahwa Palapa Ring Paket Tengah telah tuntas dibangun dan siap untuk diuji. Paket Tengah ini mencakup Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
 
Ketika itu, Paket Timur dari Palapa Ringa telah selesai hingga 88,14 persen. Rudiantara menjelaskan, pengembangan Paket Timur ini sempat dihentikan karena adanya kasus keamanan di sekitar lokasi Nduga.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi