Menteri Kominfo diapit oleh para Dirjen.
Menteri Kominfo diapit oleh para Dirjen.

Palapa Ring Aktif Tahun Depan

Teknologi kominfo proyek palapa ring
Ellavie Ichlasa Amalia • 26 Oktober 2018 10:30
Jakarta:Jakarta: Dalam konferensi pers tentang pencapaian Kementerian Komunikasi dan Informatika selama empat tahun Jokowi-Jusuf Kalla menjabat, Direktur Utama BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika), Anang Latief juga menjelaskan tentang pencapaian BAKTI. Program pertama yang Anang bahas adalah Palapa Ring.
 
"Palapa Ring adalah proyek jaringan serat optik sepanjang lebih dari 12 ribu kilometer, menghubungkan seluruh kota dan kabupaten," kata Anang, ketika ditemui di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kamis, 25 Oktober 2018.
 
"Proyek ini adalah syarat tersedianya jaringan internet cepat. Target kami, pada 2019, seluruh kabupaten dan kota sudah terhubung dengan jaringan serat optik."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anang menjelaskan, Palapa Ring terbagi menjadi tiga paket: barat, tengah, dan timur. Paket Barat telah selesai pada Maret tahun ini.
 
"Paket Barat sudah 100 persen, sudah operasional. Paket Tengah 98 persen, Paket Timur 74 persen," kata Anang. "Jadi, target kami, awal tahun depan, ketiga paket telah beroperasi."
 
Ketika ditanya apakah bencana gempa di kawasan Palu memengaruhi pengembangan Palapa Ring Paket Tengah, Anang menjelaskan bahwa pengembangan memang sempat mengalami masalah.
 
"Kemarin, sempat kendala, listrik PLN putus. Tapi jaringan sendiri tidak terputus," katanya. Untungnya, hal ini tidak memengaruhi proses pengembangan Paket Tengah. "Karena kita tahap stabilitas, uji coba sebelum komersial."
 
Meskipun begitu, dia mengaku bahwa tidak tertutup kemungkinan penyelesaian Paket Timur terhambat. Alasannya, karena akuisisi lahan di Papua memakan waktu yang tidak sebentar.
 
Tujuan Palapa Ring adalah untuk menyediakan jaringan di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan, termasuk kawasan Indonesia yang berbatasan dengan negara tetangga.
 
Selain itu, Anang juga membahas tentang program BTS mereka, yaitu menyediakan BTS di kawasan yang disebut blank spot, tempat operator enggan untuk membangun BTS.
 
"Program ini mencapai 855 lokasi, mencapai perbatasan, terutama perbatasan Malaysia, Timur Leste, dan Papua Nugini."
 
Dia mengatakan, banyak operator yang tertarik dengan jaringan Palapa Ring. "Palapa Ring menyelesaikan hampir 70-80 persen investasi yang harus dikeluarkan operator jika mereka bangun sendiri. Jalan tolnya ini mahal sekali. Akhirnya pemerintah dengan uangnya operator juga, leawt PNBP USO (Penerimaan Negara Bukan Pajak Universal Service Obligation)," kata Anang.
 
Terakhir, dia membahas tentang high-throughput satellite. "Tujuannya adalah untuk menyiapkan internet cepat di 150 ribu lokasi yang secara geografi tidak mungkin dijangkau dengan teknologi kabel. Solusi satu-satunya adalah satelit. Sekarang sedang proses lelang. Kami akan menggunakan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha)."
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif