Bendera Rusia.
Bendera Rusia.

Perang Ukraina Bikin Pembajakan Game Makin Populer, Kok Bisa?

Cahyandaru Kuncorojati • 02 Agustus 2023 09:58
Jakarta: Banyak pihak menilai bahwa perekomian Rusia perlahan berantakan sejak berperang dengan Ukraina. Perang tersebut tidak cuma memicu embargo atau sanksi internasional tapi respon sosial banyak pihak.
 
Sama seperti berbagai merek yang angkat kaki melepaskan bisnisnya di Rusia sebagai bentuk protes, industri game juga merasakan hal yang sama. Banyak developer dan publisher game yang enggan membuka bisnis bahkan akses bagi gamer di Rusia.
 
Kondisi ini disebut mengakibatkan tindakan pembajakan game di Rusia semakin populer, dikutip dari Ars Technica dalam sebuah survei yang dilakukan lembaga edukasi pembuatan game School XYZ.

BACA JUGA: Game Perang ARMA III Jadi Konten Hoaks Perang Rusia-Ukraina
 
Survei tersebut mengungkap laporan bahwa sekitar 69 persen responden melakukan pembajakan setidaknya satu kopi game di tahun 2022 dan sekitar 51 persen mengaku ngunduh game bajakan lebih banyak dibandingkan tahun 2021.
 
Lebih detail lagi, 20 persen responden mengaku melakukan pembajakan game lebih dari 10 kopi game sementara 27 persen sebanyak tiga game di tahun 2022. Informasi lain menyebutkan bahwa 31 persen responden menolak memainkan game bajakan.
 
Firma riset TorrentFreak yaitu yang memantau kegiatan berbagi file di internet lewat platform BitTorrent mengungkapkan bahwa peningkatan kegiatan pembajakan game semata-mata karena pilihan terakhir.
 
Beberapa media game di Rusia mengakui bahwa berhentinya dukungan platform distribusi game seperti Steam, GOG dan lainnya untuk transaksi menggunakan kartu debit/kredit bank Rusia membuat gamer kesulitan membeli game secara resmi.
 
Tidak berhenti di sini, riset TorrentFreak juga mengungkapkan bahwa industri game di Rusia ikut terdampak. Angka ketersediaan lowongan untuk developer game anjlok hingga 38 persen.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA