Karakter di Apex Legends.
Karakter di Apex Legends.

Tim Esports Indonesia Berminat Garap Divisi Apex Legends

Teknologi games esports apex legends
Cahyandaru Kuncorojati • 13 Maret 2019 21:04
Jakarta: Mengutip laporan kemarin, tim esports di luar negeri mulai membentuk divisi Apex Legends. Game garapan Electronic Arts bergenre battle royale dengan sedikit elemen segar ini memang tengah populer.
 
Dikabarkan bahwa tim esports di sana bahkan tidak segan menarik pemain dari divisi game lain ke divisi Apex Legends yang baru terbentuk. Bahkan ada juga tim yang mengganti divisi game lama mereka khusus untuk Apex Legends.
 
Bagaimana di Indonesia? Medcom.idmenghubungi beberapa tim esports untuk mencari tahu rencana mereka untuk membentuk divisi Apex Legends. Pengembang game Apex Legends, Respawn, malah baru berencana menciptakan kompetisinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Atlet sekaligus CEO Team nxl>, Richard Permana, menjelaskan bahwa timnya masih dalam tahap rencana. Namun, dia tidak menyanggah saat dibilang tertarik dengan kompetisi Apex Legends.
 
"Tergantung mas, semuanya tak bisa diketok sama untuk urusan kita mau terjun ke divisi apa aja gitu. Pertimbangannya bisa dari berbagai macam sudut pandang," ungkapnya via pesan singkat.
 
Manajer tim EVOS Esports, Aldean Tegar, juga mengiyakan ketertarikan yang sama. Bahkan dia menyebut pihaknya berencana untuk menarik pemain dari divisi Fortnite apabila nanti divisi Apex Legends terbentuk.
 
"Ini sangat menarik, soalnya player divisi Fortnite kita juga rencana untuk terjun ke Apex Legends. Kemarin mereka coba bermain di qualifiers salah satu turnamen lokal, mereka di peringkat satu," jelas Aldean.
 
Sejauh ini Apex Legends sama sekali belum memiliki kompetisi resmi atau internasional. Kemungkinan besar, akan ada event organizer yang menggagas kompetisi ini.
 
Mengutip Revival, ternyata game tersebut memiliki fitur Lobby untuk menggelar turnamen. Diketahui ada kompetisi Apex Legends lokal yang digelar oleh Supreme League. Kompetisi ini memiliki hadiah total senilai Rp25 juta.
 
CEO RRQ, Adrian Pauline, juga mengaku tertarik saat diwawancara. Menurutnya dengan membuat tim divisi game yang populer di luar negeri juga membantu target tim esports bisa diakui internasional.
 
"Kita sudah cari pemain nomor satu di Indonesia, ada beberapa yang baru sign. Ada beberapa divisi game yang tidak populer di Indonesia tapi di luar negeri ramai. Nah, kita targetnya famous di global, jadi kita juga bakal bentuk," tutur Adrian.
 
Kenyataannya semua sepakat bahwa ada pertimbangan sebelum membentuk divisi Apex Legends maupun divisi baru. Richard menuturkan beberapa aspek yang harus dipertimbangkan.
 
"Kesiapan fasilitas kita, tuntutan sponsor, tuntutan fans, peraturan liga, budget salary kita, dan lain-lain. Kita ada pertimbangan juga dalam membentuk divisi, bisa tukar disiplin (divisi game) atau yang dedicated (khusus)," jelas Richard.
 
Aldean menyatakan bahwa tim esports harus melakukan observasi dulu terkait tren atau kepopuleran game tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pencarian taletn atau player yang berpotensi. Menurutnya pencarian talent atau player menjadi tantangan awal untuk membuat divisi Apex Legends.
 
Apex Legends baru hadir di PC dan konsol, belum mobile. Padahal di Indonesia, mobile lebih populer. Aldean mencontohkan bahwa kepopuleran PUBG Mobile lebih besar dari PUBG versi PC dan konsol.
 
Adrian juga menyampaikan pertimbangan yang mirip dengan Richard. Dia justru tidak mempermasalahkan divisi tersebut dibentuk berisikan campuran pemain luar negeri atau membentuk divisi di cabang negara lainnya.
 
"Aim kita untuk compete di game yang terkenal global, tidak cuma ASEAN dan Asia-Pasifik. Aim kita keluar jadi kita juga bisa impor pemain dari luar. Kita tidak bisa paksakan di Indonesia kalau tidak ada bakatnya, tergantung pasarnya," jelas Adrian.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif