Jalur Kereta Tsugaru dibuka pada 1930. Jalur ini awalnya dibangun sebagai moda transportasi para penduduk utara Aomori yang hendak menuju kota-kota besar di selatan. (Foto: CNN)
Jalur Kereta Tsugaru dibuka pada 1930. Jalur ini awalnya dibangun sebagai moda transportasi para penduduk utara Aomori yang hendak menuju kota-kota besar di selatan. (Foto: CNN)

Bernostalgia dengan Tsugaru, Kereta Klasik Jepang

Rona wisata wisata asia
Dhaifurrakhman Abas • 03 Februari 2019 13:29
Jepang: Negara matahari terbit memang terkenal dengan Shinkansen. Kereta peluru itu telah merevolusi transportasi sepur menjadi sebuah perjalanan berkecepatan tinggi.
 
Namun Shinkansen bukan satu-satunya daya tarik Jepang. Masih banyak pelancong yang lebih memilih perjalanan lambat sambil menikmati pemandangan indah. Memang hanya sedikit yang tersisa, salah satunya Kereta Tsugaru.
 
Saat musim dingin, berwisata menggunakan kereta bak petualangan bersejarah. Pasalnya, dari Desember hingga akhir Maret, Tsugaru akan melintasi hamparan tanah pertanian yang tertutup salju dan terpencil di Prefektur Aomori.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bernostalgia dengan Tsugaru, Kereta Klasik Jepang
 

Musim dingin Aomori, di ujung utara pulau Honshu, amatlah dingin. Tahun lalu, hamparan salju yang turun bisa menimbun permukaan tanah hingga setinggi enam setengah meter.
 
Tapi Anda tidak akan merasakan dinginnya salju saat berjalan-jalan menggunakan kereta Tsugaru. Para konduktor bekerja keras menghangatkan ruang sepur era 1950-an itu dengan membakar bara api dari 'kompor' besar yang terletak di kedua ujung kereta.

Mempertahankan tradisi kereta api klasik Jepang


Kereta Tsugaru akan melakukan tiga kali perjalanan dalam sehari dari bulan Desember hingga Maret. Kereta pertama berangkat dari stasiun Tsugaru Goshogawara pada pukul 9:30 pagi.
 
Selama 45 menit berikutnya, Anda bakal dibawa berliku-liku menuju utara Jepang, dengan kecepatan sekitar 50 Km per jam. Anda dijamin akan terkagum ketika kereta melintasi desa-desa kecil dan area persawahan yang tertutup hamparan salju.
 
Tapi Anda juga harus bersiap-siap jika hendak menumpang kereta klasik ini. Sebab perjalanannya tidak akan terasa empuk. Perjalanan menggunakan sepur klasik bakal terasa keras, reyot, dan tentu saja, tidak ada Wi-Fi.
 
Bernostalgia dengan Tsugaru, Kereta Klasik Jepang
 
"Perjalanan Kereta api adalah perjalanan melalui waktu. Menawarkan rasa nostalgia kepada penumpang yang semakin sulit menemukan kereta klasik di negara yang terkenal dengan kemajuan teknologinya," kata Shinya Saito, salah satu insinyur kereta api, mengutip CNN.

Baca juga: Jalan Langit Surabaya-Abu Dhabi

Bukan hanya pemandangan, kereta ini juga bakal menyuguhkan para penumpangnya dengan sajian khas kuliner Jepang. Dengan ongkos 1.250 Yen (Rp150 ribuan), penumpang bisa menikmati perjalanan kereta sambil menikmati cumi panggang yang dimasak melalui tungku besi yang hangat.
 
Bernostalgia dengan Tsugaru, Kereta Klasik Jepang
 
Petugas akan berjalan mendorong gerobak logam tua dari satu gerbong ke gerbong lainnya. Bak era lampau. Menawarkan kantong plastik berisikan cumi-cumi kering dan sake yang diproduksi secara lokal.
 
"Itu bagian dari pesonanya," ungkap Saito.

Yang tersisa


Jalur Kereta Tsugaru dibuka pada 1930. Jalur ini awalnya dibangun sebagai moda transportasi para penduduk utara Aomori yang hendak menuju kota-kota besar di selatan.
 
Tetapi lambat-laun, jumlah penumpang kereta api ini semakin menurun secara drastis dalam beberapa dekade terakhir. Disebabkan meningkatnya motorisasi dan pembangunan jalan raya baru di Prefektur Aomori.
 
Meski begitu, otoritas setempat tak lantas menutup moda transportasi klasik ini. Justru dipertahankan sebagai salah satu perjalanan kereta api musiman untuk menarik minat para pelancong maupun masyarakat sekitar berkunjung ke Jepang.

Baca juga: Ini Posisi Tidur Terbaik untuk Bayi


Benar saja. Jumlah wisatawan yang tertarik menggunakan kereta Tsugaru setiap tahun terus meningkat, menurut data di Jalur Kereta Klasik Tsugaru.
 
Di akhir jalur, pengunjung dapat turun sejenak di stasiun Tsugaru Nakazato. Lokasi tersebut juga menghadirkan pemandangan nan indah.
 
Jangan lupa mengabadikan momen melalui lensa kamera kesayangan Anda tiap kali kereta berhenti. Lantas segera kembali ke atas sepur klasik, karena masinis bakal memulai perjalanan kembali.
 
Kesenian Tiongkok Lestari di Nusantara

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif