NEWSTICKER
penurunan jumla. Kunjungan wisatawan Tiongkok juga berdampak langsung terhadap penerimaan pajak hotel dan restoran. (Ilustrasi/Pexels)
penurunan jumla. Kunjungan wisatawan Tiongkok juga berdampak langsung terhadap penerimaan pajak hotel dan restoran. (Ilustrasi/Pexels)

Dampak Penurunan Jumlah Wisatawan terhadap Pariwisata di Bali

Rona pariwisata
Sunnaholomi Halakrispen • 28 Februari 2020 17:03
Jakarta: Mewabahnya virus corona COVID-19 diakui telah berdampak terhadap penurunan jumlah wisatawan ke Bali, khususnya wisatawan Tiongkok. Padahal, jumlah Wisatawan Tiongkok yang datang ke Bali merupakan jumlah terbesar kedua dari total kunjungan wisatawan ke Bali, yakni 18,2 persen. 
 
"Penurunan wisatawan Tiongkok tersebut sangat dirasakan oleh para pelaku usaha pariwisata. Di antaranya, hotel, perjalanan wisata, transport wisata, pemandu wisata, dan pengrajin oleh-oleh Bali," ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa dalam rilis yang diterima Medcom.id.
 
Ia memaparkan bahwa penurunan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok juga berdampak langsung terhadap penerimaan pajak hotel dan restoran. Sementara keduanya merupakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten/Kota se-Bali, terutama Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Gianyar, dan Klungkung. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lebih jauh penurunan jumlah wisatawan mancanegara ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali karena sektor pariwisata memberikan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap PDRB Provinsi Bali," paparnya.
 
Lantaran berbagai dampak tersebut, Pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan untuk membantu pemulihan pariwisata dan perekonomian. Pertama, Pemerintah memberikan tambahan anggaran sebesar Rp298,5 milyar untuk insentif airline dan travel agent dalam rangka mendatangkan wisatawan asing ke dalam negeri.
 
Kemudian, untuk wisatawan dalam negeri diberikan sebesar Rp443,39 milyar insentif. Jumlah tersebut dalam bentuk diskon sebesar 30 persen potongan harga untuk 25 persen seat per pesawat yang menuju ke sepuluh destinasi wisata. 
 
"Ketiga, sepuluh destinasi pariwisata yang tersebar di 33 Kabupaten/Kota tidak dipungut pajak hotel dan restoran sebesar 10 persen selama enam bulan," tuturnya.
 
Sebanyak 10 destinasi pariwisata tersebut mencakup Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam, dan Bintan. Sebagai gantinya, pemerintah Indonesia akan memberikan hibah sebesar Rp3,3 Triliyun kepada sepuluh destinasi pariwisata.
 
Selain itu, dalam APBN juga tersedia anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pariwisata sebesar Rp147 milyar yang akan dikonversi menjadi hibah ke daerah-daerah untuk memacu pariwisatanya. Terkait kebijakan tersebut, Putu Astawa menyatakan akan melanjutkan upaya untuk menggaet kedatangan wisatawan ke Bali.
 
"Dalam rangka mempercepat pemulihan kondisi pariwisata Bali, Gubernur Bali akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan mengundang Bupati/Walikota se-Bali dan para pemangku kepentingan pariwisata Kabupaten/Kota se-Bali untuk merumuskan program aksi yang akan diterapkan dalam jangka pendek dan jangka menengah," pungkasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif