Ilustrasi--Pexels
Ilustrasi--Pexels

Fosil Penguin Raksasa Sebesar Manusia Ditemukan

Rona fosil binatang purba
Dhaifurrakhman Abas • 21 Agustus 2019 17:04
Para ilmuwan memperkirakan fosil penguin dewasa memiliki tinggi badan sekitar 1,6 meter dengan bobot 80 kilogram. Spesies tersebut diperkirakan hidup di pantai Selandia Baru sekitar 56-66 juta tahun lalu.
 

Jakarta: Arkeolog Selandia Baru menemukan fosil unik. Fosil tersebut merupakan belulang penguin seukuran tubuh manusia.
 
Melansir VT, para ilmuwan memperkirakan fosil penguin dewasa memiliki tinggi badan sekitar 1,6 meter dengan bobot 80 kilogram. Ukuran tersebut empat kali lebih berat dan 40 cm lebih tinggi dari Penguin Kaisar, merupakan famili penguin terbesar yang hidup saat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun jenis penguin raksasa yang ditemukan tersebut berasal dari spesies crossvallia waiparensis. Spesies tersebut diperkirakan hidup di pantai Selandia Baru sekitar 56-66 juta tahun lalu.
 
Fosil tersebut ditemukan seorang arkeolog amatir. Setelah pemeriksaan dan melewati serangkaian penelitian, para ilmuwan menyimpulkan bahwa ini bukan pertama kalinya penguin raksasa ditemukan di bumi.
 
"Ini semakin memperkuat teori kami bahwa penguin mencapai ukuran besar di awal evolusi mereka," kata peneliti dari Museum Canterbury, Vanesa De Pietri.
 
Para peneliti menyimpulkan, mamalia laut raksasa seperti paus begigi tajam dan anjing laut belum hidup ketika penguin raksasa ini merajai pantai Selandia Baru. Ilmuwan berhipotesis, dua mamalia itu baru muncul ketika penguin raksasa punah.
 
"Sementara pada saat penguin raksasa berevolusi, reptil laut besar baru saja punah. Sehingga di Antartika dan Selandia Baru, tidak ada pesaing laut besar sampai kedatangan paus bergigi dan pinniped (segel) jutaan tahun kemudian," ujar ahli paleontolog Jerman, Gerald Mayr, dalam sebuah wawancara dengan BBC.
 
Kurator museum, Paul Scofield mengatakan, penguin itu asli dari perairan belahan bumi Selatan dan merupakan salah satu spesies penguin terbesar yang pernah ditemukan. Sebab itu, spesies penguin raksasa ini kemudian dijuluki sebagai monster penguin oleh Museum Canterbury.
 
"Kami berpikir bahwa pada saat itu, hewan berevolusi sangat cepat. Suhu air di sekitar Selandia Baru ideal pada saat itu, sekitar 25 celcius, dibandingkan dengan 8 celcius yang kita miliki sekarang," tandasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif