Menparekraf Wishnutama Kusubandio ungkap strategi pariwisata untuk menyambut kenormalan baru (new normal). (Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)
Menparekraf Wishnutama Kusubandio ungkap strategi pariwisata untuk menyambut kenormalan baru (new normal). (Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)

Wishnutama Ungkap Strategi Pariwisata untuk Kenormalan Baru

Rona Kemenparekraf Kenormalan Baru
Sunnaholomi Halakrispen • 28 Mei 2020 16:24
Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio ungkap strategi pariwisata untuk menyambut kenormalan baru (new normal). Strategi ini dipertimbangkan selagi memerhatikan dampak sektor pariwisata akibat pandemi covid-19.
 
"Memang dampak kerugiannya kita masih menunggu hasil laporan dari BPS tapi memang kalau kita lihat biasanya per bulan itu wisatawan mancanegara 1,3 atau 1,4 juta datang ke Indonesia," ujar Menteri Tama, sapaannya, dalam rapat terbatas kabinet melalui video conference, Kamis, 28 Mei 2020.
 
Ia memaparkan, apabila dihitung secara sederhana, Indonesia telah kehilangan wisman (wisatawan mancanegara) sekitar 4 juta orang selama operasional sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dihentikan terkait pandemi. Namun, data pastinya masih menunggu laporan detail BPS (Badan Pusat Statistik).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, persiapan tahapan perbaikan sektor parekraf ini akan disesuaikan dengan kondisi dari masing-masing daerah. Maka dari itu, tidak bisa disamaratakan.
 
"Ini tergantung pada daerah masing-masing. Ada daerah yang betul-betul sudah siap, detail segala sesuatunya, tentu itu menjadi salah satu tolak ukur kita juga. Tetapi sekali lagi, ini kan sebagai persiapan ya," tuturnya.
 
Ia menekankan bahwa kurang lebih pada saat nanti dinyatakan daerah Indonesia bisa dibuka kembali sektor Parekrafnya, maka operasionalnya pun bertahap. Pastinya, mengikuti tatanan kenormalan baru sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
 
"Kalau saya hitungan sederhananya, kurang lebih persiapan tahapan-tahapan itu satu bulan dari hari daerah tersebut dinyatakan bisa dibuka," paparnya.
 
Persiapan di sektor pariwisata pun bukan hanya pada wisata alam. Melainkan, juga terhadap hotel, restoran, serta berbagai jenis parekraf. Persiapan tersebut bukan hanya dilakukan oleh Kemenparekraf.

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif