Salah satu sajian di kedai Kakak Adik Kopi (Foto: Isti/Medcom.id)
Salah satu sajian di kedai Kakak Adik Kopi (Foto: Isti/Medcom.id)

Ngopi Asyik Dikelilingi Barang Antik

Rona kuliner celebreatjakarta kulinerbintaro
Sunnaholomi Halakrispen • 11 Februari 2019 19:12
Jakarta: Ngopi dikelilingi ornamen barang antik, barang zaman baheula, atau barang bekas, tak melulu terkesan old school dan membosankan. Suasana ngopi seperti itu justru memberikan kesan santai tapi seru.
 
Adalah Kakak Adik Kopi, sebuah coffee shop yang terletak di Jalan Rempoa Raya, RT.1/RW.7, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Tampak dari luar, Anda mungkin merasa seperti berada di depan rumah yang memiliki barang antik serta dipenuhi kursi dan meja secara acak.
 
Mata Anda akan dimanjakan oleh beragam hasil karya manusia yang cukup unik. Mulai dari pintu masuk yang tidak modern, kursi kayu, barang-barang antik, dan lukisan dengan beragam makna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


<i>Ngopi</i> Asyik Dikelilingi Barang Antik
Salah satu sudut di kedai Kakak Adik Kopi (Foto: Isti/Medcom.id)
 
Wajar saja jika pertama kali mengunjunginya Anda meragukan, apakah benar tempat itu merupakan coffee shop atau kedai kopi.
 
Ketika memasuki ruangan kecil di sisi kiri dari pintu masuk, Anda akan menemukan ruang utama dari coffee shop ini. Ada banyak ornamen barang bekas yang dimodifikasi dan di sini, semua barang bekas itu menjadi sangat berguna.
 
Seperti lensa kamera bekas yang dijadikan sebagai lampu, tatakan untuk mengantar kopi yang terbuat dari kaleng bekas, jam dinding yang juga terbuat dari kaleng bekas, raket yang bagian senarnya diganti dengan cermin. Tak lupa ada choppy cub sebagai motor ciri khas Kakak Adik Kopi.
 
Kopi gula aren
 
Selain suasana coffee shop yang unik, menunya pun tak kalah menarik. Seperti penggunaan gula di kedai kopi ini. Kakak Adik Kopi tidak menggunakan gula pasir atau gula putih layaknya kedai kopi lain.
 
Justru di kedai kopi ini menggunakan gula aren sebagai pemanisnya. Penggunaan gula aren ini bukan tanpa alasan. Thomas, selaku pemilik Kakak Adik Kopi telah melakukan penelitian untuk menciptakan racikan kopi yang nikmat. Termasuk penggunaan gula aren.
 
<i>Ngopi</i> Asyik Dikelilingi Barang Antik
Thomas, pemilik Kakak Adik Kopi (Foto: Isti/Medcom.id)
 
"Eksperimennya saya coba mana yang pas di lidah saya. Di uji coba itu ada bahan yang ditambah atau dikurangi. Lalu saya minta pendapat orang sekitar sampai orang yang enggak saya kenal. Test market saya sebutnya, cocok atau tidak di lidah calon customer," ujar Thomas kepada Medcom.id.
 
Usai menemukan cita rasa yang khas, Thomas memutuskan untuk membuka sebuah kedai kopi bersama sang kakak, Emil. Keduanya kompak untuk mewujudkannya. Sehingga terciptalah kedai dengan nama Kakak Adik Kopi dua tahun lalu.
 
Ide brilian si penjual es cendol
 
Thomas mengaku terinspirasi dari penjual es cendol yang dilihatnya saat sedang menunggu seorang kawan. Ia berpikir, komponen es cendol dengan santan dan gula aren akan asyik jika ditambah kopi. Es kopi cendol namanya.
 
Setelah dicoba, ia menemukan karakter kopi baru yang cukup unik baginya. Kopi yang pahit dicampur sedikit susu yang kental, kemudian gula aren sebagai pemanis alami, dan santan yang gurih. Harganya murah, per gelasnya kopi ini dibanderol hanya Rp20 ribu.
 
<i>Ngopi</i> Asyik Dikelilingi Barang Antik
Menu andalan di Kakak Adik Kopi, Kopi Gula Aren (Foto: Isti/Medcom.id)
 
Perpaduan rasa dalam segelas kopi gula aren menghadirkan aroma, tekstur, dan rasa kopi yang gurih tanpa menghilangkan rasa asli dari si kopi. Anda pun tak perlu khawatir dengan efek santan yang dicampurkan ke racikan kopi. Coffee shop ini tidak menggunakan santan instan yang biasanya dijual dalam skala besar di pasaran.
 
Selama dua tahun berjualan, Thomas telah menggunakan santan buatan sendiri yang konsisten ia gunakan. Sedangkan untuk presentase antara santan, kopi, dan gula aren juga disesuaikan. Sehingga tidak menimbulkan rasa manis berlebihan, dan tidak membuat perut sakit usai meminum gula aren.
 
<i>Ngopi</i> Asyik Dikelilingi Barang Antik
Selain tersaji dalam keadaan panas, Kopi Gula Aren juga asyik dinikmati dalam keadaan dingin (Foto: Isti/Medcom.id)
 
Di kedai ini, hanya ada dua kopi yang diracik, yakni Kopi Toraja dan Lampung dengan metode manual brew. Thomas mengaku timnya mampu menyuguhkan kopi dengan karakter masing-masing. Dua kopi daerah itu dinilai bisa dinikmati oleh semua lidah dan ketersediaannya pada produser kopi pun terjamin.
 
Anda tak usah khawatir asam lambung meningkat. Persentase kopi di kedai ini aman, karena kopi robusta yang tinggi kadar asamnya dicampur dengan kopi arabika. Kakak beradik pemilik coffee shop ini memadukan 70 persen robusta dengan 30 persen arabika.
 
Awalnya keliling
 
Mungkin Anda pernah mendengar kopi keliling menggunakan motor jadul choppy cub dan gelas kecil dengan gambar ayam jago yang dijejerkan di atas motor. Ciri khas penampilan kedai kopi keliling ini santer dibicarakan di media sosial.
 
Ya, Kakak Adik Kopi selama ini berjualan dengan keliling, dari satu event ke evant lain di sekitar Jakarta. Tak jarang kopi keliling unik ini hadir di acara pernikahan, pengajian, arisan, dan kegiatan lainnya sesuai kesepakatan. Para tamu undangan pun bisa menikmati kopi sepuasnya.
 
<i>Ngopi</i> Asyik Dikelilingi Barang Antik
Kakak Adik Kopi saat menjadi bagian Festival Kopi Nusantara pada ulang tahun Media Indonesia (Foto: Krispen/Medcom.id)
 
Sambil berkeliling, para barista biasanya mengajak pengunjung atau pembeli untuk datang ke kedai kopi di Rempoa yang saat itu hanya buka sesuai dengan reservasi.
 
Memang sebelumnya coffee shop yang menetap di Jakarta Selatan ini hanya buka saat weekend dan dipenuhi oleh anak muda. Seperti komunitas motor, komunitas mengajar, komunitas seni, rumah produksi, hingga pemusik barang rongsok.
 
Tapi jangan khawatir. Mulai Februari 2019, Kakak Adik Kopi di Rempoa akan buka setiap hari mulai pukul 10.00-22.00 WIB. Anda bebas menikmati kopi dengan cita rasa yang berbeda dari kopi lain, sambil mengabadikan momen dengan banyak stok gambar berornamen barang bekas yang indah.
 
Festival Masakan Indonesia di Amerika

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif