Kementerian Luar Negeri telah menerbitkan travel advice atau imbauan perjalanan bagi WNI ke China. (Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)
Kementerian Luar Negeri telah menerbitkan travel advice atau imbauan perjalanan bagi WNI ke China. (Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)

Wishnutama Tekankan Perlunya Antisipasi Cegah Virus Korona terhadap Pariwisata

Rona Kemenparekraf
Sunnaholomi Halakrispen • 28 Januari 2020 11:46
Jakarta: Penyebaran coronavirus (virus Korona) masih terjadi di sejumlah negara. Lantaran demikian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Wishnutama Kusubandio menyatakan perlunya antisipasi penyebaran virus Korona bagi sektor pariwisata di Indonesia.
 
Salah satu upaya yang dilakukan ialah rapat koordinasi terkait virus Korona, bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Menteri Wishnutama mengatakan, stakeholder pariwisata harus turut andil. 
 
Termasuk, asosiasi serta seluruh kepala Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota. Seluruh stakeholder tersebut diimbaunya untuk memantau arus kedatangan wisatawan mancanegara di pintu masuk kedatangan negara, baik darat, laut, maupun udara di daerahnya masing-masing. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bila menemukan wisatawan yang mengalami gejala-gejala terinfeksi virus Korona, antara lain mengeluh sakit, terganggunya saluran pernapasan, pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam yang berlangsung beberapa hari, wisatawan tersebut harus langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat," ujar Menteri Tama dalam rilis yang diterima Medcom.id.
 
Saat ini Pemerintah RI tetap meningkatkan kewaspadaan tinggi untuk mencegah wabah virus Korona masuk ke Indonesia. Terkait promosi wisata, Wishnutama menjelaskan bahwa Kemenparekraf telah mengalihkan untuk sementara waktu aktivitas promosi dan pemasaran wisata ke daerah-daerah yang tidak terdampak penyebaran virus Korona.
 
"Kementerian Luar Negeri telah menerbitkan travel advice atau imbauan perjalanan bagi WNI ke China. Sedangkan untuk promosi kami alihkan untuk pasar Wuhan, masih banyak market besar lainnya yang bisa kita ambil, seperti Amerika Serikat, Australia, Eropa, New Zealand, dan lainnya, tidak hanya China," paparnya.
 
Kemenparekraf berharap keadaan segera pulih dan wabah dapat ditangani sesigap mungkin. Sehingga, penyebaran virus Korona tidak semakin meluas dan kekhawatiran tidak menimbulkan keresahan bagi semua pihak.
 
"Mengimbau kepada agen perjalanan wisata agar memperhatikan situasi dan imbauan pemerintah dalam penjualan paket wisata outbond ke China maupun inbound China ke Indonesia," tuturnya.
 
Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi juga menjelaskan, Kementerian Perhubungan telah menutup penerbangan dari dan menuju Wuhan, China. Keputusan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Korona. 
 
"Kita memang minta petugas di bandara dan pelabuhan untuk melakukan kegiatan pemeriksaan yang lebih intensif tetapi harus disertai dengan sikap profesional, humble, dan sopan santun," imbuh Menteri Budi Karya.
 
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun memastikan tidak adanya WNA atau WNI di Indonesia yang terjangkit virus yang berasal dari negera tirai bambu itu. Maka, masyarakat diimbau untuk tidak semakin panik. 
 
Selain itu, pemerintah juga sudah menyediakan alat pendeteksi suhu tubuh di 135 pintu masuk di Indonesia. Kemudian, menunjuk sedikitnya 100 rumah sakit untuk bersiaga menangani penyebaran virus Korona.
 
"Sebanyak 243 WNI di pusat kejadiannya, di Hubei, Wuhan dalam kondisi sehat. Yang terpenting, cara mencegahnya adalah menjaga imunitas agar tetap tinggi. Selama imunitasnya baik, gerakan hidup sehat, pola hidup dijaga, makan tepat waktu nantinya kondisi tubuh akan baik. Sehingga tidak mudah terjangkit virus maupun penyakit," pungkas Menteri Terawan.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif