Menparekraf Wishnutama (Foto: Kemenparekraf)
Menparekraf Wishnutama (Foto: Kemenparekraf)

Wishnutama Prioritaskan Kualitas Ketimbang Kuantitas Wisatawan

Rona Menparekraf
Sunnaholomi Halakrispen • 25 Januari 2020 10:00
Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Wishnutama Kusubandio, menyatakan bahwa bukan hanya jumlah datangnya wisatawan saja yang penting diperbanyak. Menurutnya, kualitas wisatawan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu pun harus dikejar.
 
"Kita bukan hanya mengejar jumlah wisatawan, rasanya ke depan kurang tepat. Tapi mengejar kualitas wisatawan itu lebih tepat. Karena yang terpenting adalah memberikan devisa atau tidak," ujar Menparekraf yang biasa diakrab Tama di Gedung Kemenpar RI, Jakarta Pusat.
 
Tama memaparkan bahwa pariwisata Indonesia bisa belajar dari progres perkembangan pariwisata Malaysia dan Australia. Antara jumlah wisatawan yang mengunjungi destinasi dengan dampaknya bagi perekonomian negara yang bersangkutan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari segi jumlah wisatawan, Malaysia 25 juta wisatawan. Australia cuma 9 juta. Tapi dari jumlah devisa yang dihasilkan, devisa Malaysia USD25 juta, tapi Australia justru malah lebih besar dari Malaysia," paparnya.
 
Kuncinya adalah menarik wisatawan yang lebih berkualitas. Dengan demikian, wisatawan bukan hanya sekedar datang ke destinasi wisata tanpa menyesuaikan diri dengan lokasi tersebut.
 
"Datang untuk mengotor-ngotori, merusak kultur. Lebih baik wisatawan yang lebih menghargai alam, wisata, dan budaya kita. Ini harus didukung NTB," tuturnya.
 
Kualitas wisatawan yang hadir juga memberikan dampak baik atau positif bagi masyarakat sekitar. Menparekraf pun menyampaikan harapannya agar ada creative hub di NTB.
 
"Seperti di Bajo yang sudah ada posisi, pemandangannya luar biasa yang bisa mencari ekonomi kreatif bagi masyarakat. Kita maksimalkan juga potensinya, sehingga masyarakat sekitar tidak hanya jadi penonton," imbuhnya.
 
Targetnya, setelah masyarakat mendapatkan dampak positif dari wisatawan yang datang, akhirnya bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Tentunya, akselerasi akan maju ke depan.
 
"Creative hub fungsinya untuk mencari potensi ekonomi kreatif di daerah tersebut. Apa potensinya kan banyak. Kalau dibimbing, dikasih workshop, classroom, dan sebagainya, itu kan jadi mengangkat potensi tersebut," pungkasnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif