medcom.id, Pontianak. Pontianak daya tariknya bukan cuma Tugu Khatulistiwa. Di ibukota Kalimantan Barat ini dan sekitarnya kita dapat menemui beragam budaya yang jangan sampai terlewatkan. Mulai seni musik tradisional, kerajian, klenteng indah dan tentu saja kulinernya.
Tujuan pertama kunjungan kita di Pontianak adalah berkenalan dengan seorang seniman musik tradisional multi talenta nan nyentrik. Bukan hanya memainkan musik, tapi juga menulis lagu dan membuat alat musik khas Kalimantan.
Namanya adalah Christian Mara dan akrab dipanggil Pak Mara. Sebagai pembuat alat musik, tentu Pak Mara ingin memberikan ciri tersendiri pada hasil karyanya,
"Kalau yang jadi ciri khas, alat musik saya buat secara keseluruhan sudah bisa menyesuaikan dengan alat musik elektrik," papar pria yang mengenakan baju adat Dayak ini.
Salah satu dari sekian alat musik hasil karya Pak Mara adalah sudatan/sape. Cara memainkan sape ini sama seperti gitar, yaitu dengan cara dipetik. Hampir mirip gitar, namun sape ini bentuknya persegi panjang dengan hiasan ukiran Borneo di pinggirnya.
Ada lagi jenis alat musik yang terbuat dari dua bahan baku berbeda, namun dimainkan oleh satu orang saja, yaitu Sensarot. Jika ditabuh bersamaan, alat musik ini menghasilkan suara berbeda, namun tetap indah dan enak didengar.
Pak Mara juga memperkenalkan beberapa alat musik tertua di Borneo. Salah satunya bernama sobak, konon, alat musik ini dulu terbuat dari kulit perut manusia.
"Menurut sejarah, ini dari kulit manusia. Saya tidak tahu ini manusia yang sudah mati atau bagaimana, saya tidak tahu persis," sambungnya. Cerita lain yang tersimpan pada alat musik sobak ialah penggunaannya untuk memanggil roh halus.
"Kalau main alat musik ini pada sekitar jam 3, daerah itu harus steril, tidak ada yang cuci baju, tidak ada yang jemur pakaian. Jadi orang-orang kampung siap menyambut dimainkannya alat musik untuk memanggil roh halus, roh jahat atau semua yang berhubungan dengan alam, setelah itu baru disampaikan pesan-pesan dari manusia. Acara ini bisa dibilang ritual yang sakral," paparnya.
Tidak terasa waktu semakin berjalan, setelah sekian lama asyik mengobrol dengan Pak Mara, beliau menyampaikan harapannya,"Mudah-mudahan alat musik tradisional terlestarikan seperti alat musik tradisional lainnya, jadi bisa diperguna sejajar dengan alat musik modern, kata pria yang kental logat Kalimantannya.
Perjalanan kita lanjutkan ke kota seribu kuil, Singkawang. Di sana terdapat vihara tertua Tri Darma Bumiraya. Dua hari menjelang Cap Gomeh, kota ini diramaikan dengan Pawai Lampion yang diadakan ketika malam hari. Semarak Cap Go Meh begitu terasa ketika warga berkerumun menyaksikan arak-arakan mobil berhiaskan lampion bernuansa merah sebagai lambang kemakmuran melewati jalanan.
Destinasi selanjutnya adalah mengunjungi desa wisata Bagak Sahwa, Singkawang Timur. Desa yang masuk dalam nominasi 10 desa wisata tingkat nasional ini didiami masyarakat Dayak Salako. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di bumi Bagak, kita akan disambut oleh tetua adat yang telah siap dengan ritual penyambutan tamu. Simpel sekali, tetua adat akan memercikkan air di tubuh kita. Tidak perlu khawatir, baju yang kita kenakan tidak akan basah kuyup.
Desa Bagak Sahwa memang pantas disebut dengan desa wisata, di sini masih ada festival ngabayot'n yang tiap tahunnya diadakan. Festival yang menampilkan berbagai tarian persembahan adalah upacara adat Suku Dayak Selako sebagai upacara terima kasih kepada Sang Pencipta atas keberhasilan panen.
"Biasanya tiap tahun ada ngabayot'n, makanya kami dapat dana dari pemerintah untuk mengembangkan desa. Kemudian pada tahun 2015 kami dapat peringkat 5 se-Indonesia," terang Kak Etek, salah seorang warga.
Perempuan bertubuh agak gempal ini menambahkan tidak ngabayot'n dengan tari koncong yang menarik. Juga ada tari kayo bercerita tentang penyambutan panglima yang menang di medan perang demi memperebutkan kekuasaan dan wilayah. Identik dengan perang, maka di sini juga masih dapat kita temui tradisi menyumpit khas Kalimantan yang panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(LHE)
