Menparekraf Wishnutama. (Foto: Ramdani/MI)
Menparekraf Wishnutama. (Foto: Ramdani/MI)

Kolaborasi Bekraf dengan Kemenpar

Rona wisata Kemenparekraf 100 Hari Jokowi-Maruf
Yatin Suleha • 23 Januari 2020 20:45
Jakarta: Pembangunan di Indonesia diharapkan terus berlangsung dalam banyak segi. Salah satunya adalah dari segi perekonomian pariwisata. Pada Januari 2015 lalu, Presiden Joko Widodo membentuk lembaga baru non kementerian bernama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).
 
Badan ini bertanggung jawab terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Bekraf mempunyai tugas membantu presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan di bidang ekonomi kreatif.
 
Salah satu poin yang tertulis dalam laman resmi Bekraf tugasnya melaksanaan pembinaan dan pemberian dukungan kepada semua pemangku kepentingan di bidang ekonomi kreatif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam perkembangannya, saat pengumuman susunan kabinet Indonesia Kerja pada Rabu, 23 Oktober 2019 lalu juga disampaikan nomenklatur baru, yaitu Menteri Pariwisata berubah nomenklaturnya menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jabatan ini diemban oleh Wishnutama Kusubandio.
 
Dan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut berada di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
 
Kolaborasi Bekraf dengan Kemenpar
(Salah satu destinasi 10 Bali Baru, yaitu Candi Borobudur yang masuk dalam destinasi unggulan dalam Kemenparekraf. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Kemenparekraf

Resmi menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sejak tanggal 23 Oktober 2019, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama mengatakan tidak ada perubahan tugas dan fungsi badan tersebut.
 
Perannya serupa dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) periode lalu. Hanya saja ia sekaligus merangkap sebagai kepala badan.
 
"Tetap ada kan masing-masing. Tidak ada yang berubah," kata Tama, sapaan akrabnya, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, pada Rabu, 30 Oktober 2019 lalu seperti dikutip dalam Medcom.id sebelumnya.
 
Kolaborasi Bekraf dengan Kemenpar menjadi Kemenparekraf diharapkan mempercepat pengembangan ekonomi kreatif di kota besar, kota kecil, dan kawasan wisata.
 
"Ekonomi Kreatif itu kita harapkan bukan hanya di kota besar. Yang merasakan di kota kecil dan desa bisa merasakan ekonomi kreatif tersebut. Jadi jangan dilihat sepotong-sepotong," ungkap Tama.
 
Kolaborasi Bekraf dengan Kemenpar
(Gunung Bromo juga jadi salah satu Destinasi 10 Bali Baru yang dicanangkan oleh Kemenpar yang sekarang menjadi Kemenparekraf. Foto: Onisam/Pexels.com)

Tugas Kemenparekraf

Tugas dan fungsi Kemenparekraf salah satunya menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kepariwisataan untuk membantu presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.
 
Dalam melaksanakan tugas, Kemenparekraf menyelenggarakan fungsi perumusan dan penetapan kebijakan di bidang pengembangan destinasi dan industri pariwisata.
 
Selain itu pengembangan pemasaran pariwisata mancanegara, pengembangan pemasaran pariwisata nusantara, dan pengembangan kelembagaan kepariwisataan.
 
Seperti dikutip dalam Pasal 2 dan 3, Peraturan Menpar RI, Nomor 11 Tahun 2017 tentang organisasi dan tata kerja Kementerian Pariwisata, Kementerian Pariwisata mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kepariwisataan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.
 
Merumusan dan penetapan kebijakan di bidang pengembangan industri dan kelembagaan pariwisata, pengembangan destinasi pariwisata, pengembangan pemasaran I, dan pengembangan pemasaran II.
 
Termasuk di dalamnya pengembangan destinasi pariwisata, pembangunan dan perintisan daya tarik wisata dalam rangka pertumbuhan destinasi pariwisata nasional dan pengembangan daerah serta peningkatan kualitas dan daya saing pariwisata, dan lainnya.
 
Kolaborasi Bekraf dengan Kemenpar
(Destinasi wisata di Mandalika, yang salah satu perkembangannya adalah akan dirampungkannya pembangunan untuk MotoGP. Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)

Rencana kerja Kemenparekraf ke depan

Seperti dilansir dalam situs resmi Kemenpar, dalam Tahun Anggaran 2019 Kemenparekraf memiliki visi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong.

Dan beberapa misinya antara lain:

1. Mengembangkan destinasi pariwisata yang berdaya saing, berwawasan lingkungan dan budaya dalam meningkatkan pendapatan nasional, daerah dan mewujudkan masyarakat yang mandiri.
 
2. Mengembangkan produk dan layanan industri pariwisata yang berdaya saing internasional, meningkatkan kemitraan usaha, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan alam dan sosial budaya.
 
3. Mengembangkan pemasaran pariwisata secara sinergis, unggul, dan bertanggung jawab untuk meningkatkan perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara sehingga berdaya saing di pasar Internasional
 
4. Mengembangkan organisasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat, sumber daya manusia, regulasi, dan mekanisme operasional yang efektif dan efisien serta peningkatan kerja sama internasional dalam rangka meningkatkan produktivitas pengembangan.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif