Logo media sosial X, dulunya Twitter
Logo media sosial X, dulunya Twitter

Apa Itu SEAblings? Istilah Viral di X yang Persatukan Netizen Asia Tenggara

Rafi Alvirtyantoro • 13 Februari 2026 11:52
Ringkasnya gini..
  • SEAblings adalah istilah viral di platform X yang merujuk pada solidaritas digital dan ikatan persaudaraan antarwarganet di kawasan Asia Tenggara.
  • Ketegangan bermula dari pelanggaran aturan oleh fansite master Korea Selatan di konser DAY6 Kuala Lumpur yang memicu perdebatan luas.
  • Netizen Asia Tenggara bersatu melawan hinaan rasial dan stigma ekonomi dari netizen Korea Selatan demi membela identitas budaya agraris.
Jakarta: Istilah SEAblings tengah menjadi trending topic di platform X dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini pun menarik perhatian luas, namun apa sebenarnya arti di balik istilah tersebut?
 
SEAblings adalah istilah populer di media sosial, khususnya X, yang merujuk pada ikatan persaudaraan digital antara warganet di kawasan Asia Tenggara (South East Asians).
 
Nama tersebut merupakan akronim dari gabungan kata "SEA" (Asia Tenggara) dan "siblings" (saudara kandung). Istilah ini mencerminkan solidaritas kolektif antarnegara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, hingga Vietnam.  

Pemicu Konflik dengan Netizen Korea Selatan

Istilah SEAblings kembali mencuat menyusul perseteruan sengit antara netizen Asia Tenggara dengan netizen Korea Selatan. Konflik yang semula dipicu oleh pelanggaran aturan di sebuah konser musik ini meluas menjadi serangan rasial yang menyinggung aspek fisik, kondisi ekonomi, hingga profesi agraris.

Konflik ini diketahui bermula dari konser band DAY6 yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada 31 Januari 2026. Seorang fansite master asal Korea Selatan kedapatan membawa kamera profesional berlensa panjang ke dalam area konser.
 
Tindakan tersebut diketahui dilarang karena melanggar aturan hak cipta dan mengganggu kenyamanan penonton lain.  

Kronologi SEAblings vs Korea Selatan

Aksi fansite master asal Korea Selatan itu pun direkam oleh penonton lokal Malaysia dan diunggah hingga viral di platform X. Alih-alih meminta maaf, sekelompok penggemar asal Korea justru menyerang balik dengan narasi eksklusif bahwa idola K-pop seharusnya hanya dinikmati oleh warga Korea saja.
 
“Penggemar asing dari Asia Tenggara, tolong pergilah. Mengapa kalian mengidolakan penyanyi Korea dan bukan penyanyi dari negara kalian sendiri,” tulisnya.
 
 
Situasi kian memanas saat netizen Korea Selatan mulai melontarkan hinaan rasial yang menyasar fisik dan status ekonomi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
 
Salah satu pemicu kemarahan terbesar adalah unggahan seorang netizen Korea yang merendahkan video musik grup vokal asal Indonesia, No Na, karena menggunakan latar sawah.  

Solidaritas Netizen Asia Tenggara

Dalam unggahan tersebut, netizen Korea menuliskan sindiran mengenai ketidakmampuan untuk menyewa studio produksi.
 
“Lucu sekali melihat mereka syuting di sawah karena tidak ada biaya untuk menyewa studio,” tulis netizen Korea Selatan tersebut.
 
 
Hal tersebut yang kemudian memicu solidaritas kuat dari netizen Indonesia, Filipina, dan Thailand untuk bersatu membela No Na di media sosial.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA