Pasustri asal Cengkareng jadi korban penganiayaan usai tegur tetangga main drum (Foto: Instagram @darwin_win)
Pasustri asal Cengkareng jadi korban penganiayaan usai tegur tetangga main drum (Foto: Instagram @darwin_win)

Korban Pengeroyokan Tetangga Perkara Drum Bising Menolak Damai

Basuki Rachmat • 12 Februari 2026 20:29
Ringkasnya gini..
  • Pasutri Cengkareng korban pengeroyokan tetangga tolak damai dan minta pelaku diproses hukum.
  • Darwin dan Angel dipukul usai tegur drum bising, tegas lanjutkan kasus ke polisi.
  • Korban diduga ditabrak dan dianiaya, proses hukum diminta berjalan transparan.
Jakarta: Pasangan suami istri Darwin dan Angel, warga Cengkareng, Jakarta Barat, yang menjadi korban pengeroyokan brutal oleh tetangganya sendiri usai menegur anaknya yang kerap bising bermain drum hingga larut malam menolak secara tegas untuk berdamai.
 
Sikap tersebut disampaikan melalui kuasa hukum mereka usai mendampingi Darwin dan Angel menjalani pemeriksaan di kepolisian pada Rabu, 11 Februari 2026. Pemeriksaan dilakukan setelah keduanya dilaporkan balik oleh pihak  pelaku.
 
Usai pemeriksaan, Darwin yang menjadi korban penganiayaan viral menyatakan penolakannya terhadap upaya damai. Ia pun meminta agar proses hukum tetap berjalan dan para terduga pelaku segera diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kuasa hukumgnya, Darwin juga menegaskan, sekalipun nantinya ada permintaan maaf atau permohonan pencabutan laporan, ia tidak akan mengubah keputusannya.
 
“Sudah kami tanyakan, kalau memang enggak serius, setengah-setengah, akhirnya mau damai nanti kami enggak akan pegang,” kata kuasa hukum Darwin, Subadria Nuka, dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Kamis, 12 Februari 2026.
 

Kronologi Kasus

Berdasarkan keterangan kronologi yang dibagikan di Instagram pribadi Angel dan Darwin pada Sabtu, 7 Februari 2026. Pasutri ini mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak RT dan RW setempat terkait kebisingan suara drum yang kerap dimainkan hingga larut malam oleh anak tetangga mereka. Namun, keluhan tersebut disebut belum mendapat respons.
 
Karena tidak kunjung menemukan solusi, Angel akhirnya memutuskan untuk menegur langsung pihak tetangga secara persuasif. Namun, teguran tersebut diduga berujung pada aksi kekerasan yang melibatkan ayah dan anak.
 
Dalam peristiwa tersebut, Darwin dan Angel mengaku sempat ditabrak menggunakan mobil oleh ayah terduga pelaku. Darwin juga disebut mengalami tindakan kekerasan fisik, termasuk dipiting pada bagian leher oleh anak pelaku serta mendapat tendangan berbahaya di bagian kepala.
Kasus ini kini tengah ditangani aparat kepolisian. Pihak korban berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan dan memberikan keadilan atas peristiwa yang mereka alami.
 

 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA