Tur 'gila' dengan aligator? Kenapa tidak. Bersama sang ahli Chris Gillette. (Foto: Dok. Instagram Chris Gillette/@gatorboys_chris)
Tur 'gila' dengan aligator? Kenapa tidak. Bersama sang ahli Chris Gillette. (Foto: Dok. Instagram Chris Gillette/@gatorboys_chris)

Tur 'Gila' dengan Aligator

Rona kisah
Dhaifurrakhman Abas, Sunnaholomi Halakrispen • 15 Februari 2019 20:15
Jakarta: Seekor Aligator terlihat sedang berenang dengan tatapan dingin. Mengendap-endap pelan di perairan tenang sambil memperlihatkan gigi-gigi tajam.
 
"Casper.." suara memanggil. "Casper.." panggil lagi. Seakan panggilan ini ditujukan pada kekasih atau teman nongkrong. Tapi bukan, ini panggilan seorang laki-laki pada seekor aligator.
 
Casper adalah seekor aligator bertubuh besar. Ia adalah bintangnya di kolam hijau kebiruan, tempat 'hang out' Casper dan lelaki berambut pirang juga teman-teman Casper lainnya di Everglades Outpost Wildlife Refuge, Homestead, Florida, Amerika.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Memegang, bergulat, bercengkrama, berenang bersama aligator bagi pria bertubuh kekar ini bukan sesuatu yang asing.
 
Hubungan yang terjalin telah lebih dari 10 tahun. Mutual respect ujar lelaki pecinta binatang ini. Maka bonding yang terjadi pun bukan tipuan.
 
Tur 'Gila' dengan Aligator
("Casper dan aku saat tur gator bawah air." Foto: Dok. Instagram Chris Gillette/@gatorboys_chris)
 

Tarzan di era modern


Gillete, begitu ia dipanggil tumbuh besar di Palm Bay, Central Florida di mana ia pertama kali kontak dengan binatang bergigi ini sejak berusia 15 tahun di Erna Nixon Park di Melbourne.
 
Di tempat itulah tugas pertama kali ia bersentuhan dan menjaga buaya-buaya yang masih muda. Sejak itu pemilik nama Chris Gillette ini jatuh hati pada aneka binatang dan mengambil studi di Florida International University (FIU).
 
Sang kakak Phillip yang tinggal di Pembroke Pines, Florida merupakan seorang Marine Biologist (ahli biologi) yang memelajari koral dan siput laut.
 
"Ya, kami sedikit berkompetisi satu sama lain. Aku bilang, oke kamu adalah pegulat siput yang handal, dan aku pun seorang pegulat aligator profesional. Ya, seperti itulah," ucap Gillette.
 
"Dia kakakku, jadi, aku ingin juga menjadi yang terbaik sebisa yang aku mampu," ungkapnya lagi.
 
Bagai tarzan di era kekinian, ia tak takut berhadapan dengan aneka binatang. Berbicara, nongkrong, dan memelajari sifat-sifat mereka.
 
Gilanya lagi, ia berani membuat tur dan mengajak siapa pun untuk berfoto bersama Casper sang aligator.
 
"Aku melihat perspektif setiap hewan dan tentu saja aligator sebagai hal yang positif," terang Gillette kepada Medcom.id
 
(Baca juga: Penangkaran Buaya di Kendari)
 

Tur 'Gila' dengan Aligator
(Casper berpose layaknya model di atas Barbara Helman. Foto: Dok. Instagram Chris Gillette/@gatorboys_chris)
 

Tur bersama sang aligator


Seperti yang dirasakan oleh Janie Stamm. Turun dari Mercedes kap terbukanya, ia siap segera bergabung dengan aligator. Momen ini sekaligus untuk menciptakan hal yang tak biasa. Fotografi dengan aligator.
 
Dan tentu saja ini bukan bualan karena lebih dari 5.000 foto di Instagram @gatorboys_chris miliknya bukan editan.  
 
"Sekarang aku harus apa?" teriak Janie.
 
“Baiklah, sekarang menyelam!” ujar Gillette, membalas teriakan Janie melalui handy talky.
 
Sambil menahan napas panjang, Janie melihat dengan jelas tubuh reptil itu dari dalam air. Berbadan kekar dipenuhi sisik-sisik berwarna abu-abu kehitaman di sekitar tubuhnya. Dan foto indah pun terabadikan.
 
Aligator Amerika, serupa buaya, namun bermoncong lebih lebar dengan panjang tubuh hingga ekor mencapai 4,5 meter. Ia lebih suka berada di air tawar. Sedangkan buaya lebih menyenangi air asin.
 
Spesies ini selamat dari serangan asteroid yang membunuh semua dinosaurus jutaan tahun lalu dengan mengedap ke perairan dalam yang dingin dan gelap. Hanya dengan sedikit makanan tersisa, kemudian berevolusi menjadi aligator modern.
 
“Luar biasa, ini seperti mimpi,” ucap Janie takjub.
 
Begitu salah satu momen yang ia bagikan.
 

Tur 'Gila' dengan Aligator
("Ketika Casper berenang di dekatku," ujar Gillette dalam laman media sosialnya. Foto: Dok. Instagram Chris Gillette/@gatorboys_chris)
 

Gillette dan Gator Boys Aligator Rescue
 

Menyambangi kantor Chris Gillette, di penangkaran Gator Boys Alligator Rescue, Florida, Amerika akan melihat betapa ia mencintai apa yang ia lakukan.
 
Gator Boys Alligator Rescue merupakan tempat penangkaran yang fokus untuk menyelamatkan aligator dan buaya di Florida. Di negara bagian Amerika tersebut, reptil ini dipandang sebagai ancaman bagi masyarakat sekitar.
 
Pasalnya hewan tersebut sering nongol di lokasi yang banyak dijamah manusia. Seperti di lapangan golf dan perumahan warga. Bahkan, acap kali tertangkap tangan sedang berenang di dalam kolam milik warga setempat.
 
Biasanya buaya dan aligator yang tertangkap warga langsung dibunuh secara keji. Atau diamankan oleh otoritas setempat untuk dikembalikan ke habitatnya yang semakin menipis di rawa-rawa Everglades.
 
Melihat kondisi yang memilukan itu, Paul Bedard dan Gabby Scampone, penjebak gator berpengalaman, mencoba mendobrak pandangan masyarakat terhadap sang reptil Amerika.
 
Sekitar tahun 2012, mereka berdua mulai menangkap aligator yang ditemukan di halaman belakang, kolam renang, garasi dan kamar tidur penduduk Florida.
 
Lalu hewan-hewan tadi semuanya dikumpulkan dan dirawat dengan lebih manusiawi di suatu tempat dekat Everglades Holiday Park.
 

Tur 'Gila' dengan Aligator
("Max Strong sedang beradu cepat berenang dengan Casper," tulis Chris dalam Instagramnya. Foto: Dok. Instagram Chris Gillette/@gatorboys_chris)
 

Lamat-lamat penangkaran tersebut menjadi tenar akibat presentasi jumlah hewan tersebut semakin meningkat.
 
Apalagi di sana, duo ini acap memeragakan pertunjukan gulat dan berenang bersama aligator dengan tangan kosong. Bukan tanpa sebab. Peragaan selama 15-20 menit ini dipertunjukkan agar masyarakat memahami perilaku dan tingkah laku aligator Amerika.
 
“Kami memberikan pengalaman berenang bersama aligator. Bukan untuk ajang pamer. Tapi agar masyarakat mendapatkan pelajaran untuk merekam dan mengenal lebih jauh perangai hewan-hewan buas,” ujarnya.
 
Menurut Gillette, Gator Boys Alligator Rescue mencerminkan komitmen agar masyarakat mengetahui pentingnya upaya konservasi dan pelestarian yang berkelanjutan di Everglades.
 
Mereka bahkan dipercaya menjadi bagian dari upaya penyelamatan dan sering menuai penghargaan dari otoritas setempat.
 
"Pekerjaan yang tim lakukan untuk menyelamatkan aligator dan buaya sebanyak mungkin. Kami berharap dapat memamerkan pekerjaan baik yang mereka lakukan," ujarnya.
 
Gator Boys Alligator Rescue menerapkan tur terbuka bagi masyarakat yang berminat berenang bersama aligator. Jika Anda berminat akan disuguhkan sensasi berada di alam liar bersama hewan buas yang diabadikan lewat foto atau video.
 

Tur 'Gila' dengan Aligator
("Kami mengangkat 7, gator terbesar kami," tukasnya sambil tersenyum bersama sang kekasih Ashley Lawrence. (Foto: Dok. Instagram Chris Gillette/@gatorboys_chris)
 

Dalam kegiatan tur ini, Gillette tak memberikan batasan kepada siapapun yang berkeinginan. Hanya saja, Gator Boys Alligator Rescue membatasi usia minimal 18 tahun bagi yang tertarik berenang bersama aligator.
 
Ia tidak mempermasalahkan tingkat keahlian ataupun pengalaman yang dimiliki para peminatnya. Anda hanya diharapkan membawa serangkaian pakaian dan kacamata renang.
 
"Tur ini ditujukan agar masyarakat lebih mengenal hewan yang disebut hewan buas."
 
"Bagi saya, tidak ada hewan yang mengerikan selagi kita dapat mendekatkan diri dan berinteraksi dengan cara yang tepat," ucap kekasih Ashley Lawrence yang juga pecinta binatang ini.
 
"Untuk orang dewasa dan lanjut usia, tidak ada masalah," katanya. Namun ia berpesan jangan sampai selain dirinya memegang anggota tubuh sang aligator.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif