Gerai Wowteg yang menyajikan menu klasik dan kekinian (Foto: Ist)
Gerai Wowteg yang menyajikan menu klasik dan kekinian (Foto: Ist)

Warteg Modern Ini Menyajikan Menu Klasik dan Kekinian

Rona kuliner nusantara
A. Firdaus • 15 November 2019 14:12
Jakarta: Sejak 50 tahun lalu, orang Indonesia telah mengenal budaya makan di Warteg. Orang-orang duduk bersama di kursi panjang yang biasanya berbentuk L, demi menciptakan suasana makan yang hangat dan bersahabat.
 
Berdasarkan data market analysis, sebanyak 32.725 Warteg bertebaran di Jabodetabek. Akan tetapi, seiring perkembangan jaman, cukup banyak halangan bagi konsumen untuk menikmati budaya makan di Warteg.
 
Ada beberapa penyebab, di antaranya terkait dengan kenyamanan, kebersihan, dan kualitas makanan. Untuk itu Wowteg hadir guna memberikan solusi dari segala hambatan yang membuat konsumen enggan datang ke Warteg.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wowteg adalah brand keempat yang diluncurkan F&B Franchise di bidang QSR (Quick Service Retail), Sour Sally. Mengusung konsep Warteg yang modern, Wowteg menyediakan makanan ter-higienis dengan Central Kitchen yang sudah tersertifikasi HACCP, sehingga lebih memudahkan untuk proses operasional.
 
Wowteg memiliki suasana yang nyaman dan fasilitas yang lebih baik untuk konsumen, seperti ruangan ber-AC yang bebas asap rokok dan area khusus merokok, Wowteg menjadi tempat nyaman untuk bersantap bagi semua kalangan dengan pilihan menu simpel, unik, dan harga yang terjangkau.
 
Selain itu, Wowteg seperti menjawab segala permasalahan yang ada ketika berada di warteg. Sebab bagi yang ingin membuka gerai, Wowteg memiliki sistem pengelolaan manajemen yang profesional dan merupakan warteg pertama yang terstandarisasi dari segi rasa, pengolahan makanan, dan penyajian.
 
Warteg Modern Ini Menyajikan Menu Klasik dan Kekinian
Peluncuran Wowteg oleh Donny Pramono (Foto: Ist)
 
“Wowteg merupakan sebuah bisnis yang berpotensi sangat besar, karena bukan hanya bisnis yang trend sesaat, namun makan di warteg telah menjadi budaya keseharian orang Indonesia," ujar Donny Pramono di SIAL Interfood, di Jakarta International Expo beberapa waktu lalu.
 
"Kesempatan ini juga sangat bagus bagi yang sedang belajar berbisnis, karena pengoperasian bisnis yang simpel dimana 80% makanan tidak diproses di outlet, tapi terpusat dari Central Kitchen," sambungnya.
 
Menu-menu yang ditawarkan di warteg yang wow ini diyakini dapat mencuri hati para kaum #UrbanSantuy. Di antaranya Menu Klasik Indonesia seperti: Ayam Goreng Ketumbar, Ayam Geprek, Semur Tahu, Telur Balado, Tempe Orek, Kentang Balado, Telur Dadar, Perkedel Kentang, dan Sayur Sop.
 
Tak hanya menu klasik, Wowteg juga menyediakan Menu Kekinian, seperti: Ayam Goreng Korea, Ayam Teriyaki, Ayam Madu, dan Ayam Telur Asin. Sementara untuk harga yang ditawarkan sangat terjangkau, yaitu 20-30 ribu per pax-nya.
 
"Berdasarkan hasil survey, orang-orang willing to pay 5-7ribu lebih mahal jika tempat makan lebih bersih dan nyaman”, jelas Donny Pramono.
 
Wowteg mengusung dua konsep outlet yaitu konsep kantin dan street level dengan lokasi strategis, seperti gedung mall, perkantoran, rumah sakit, dan tempat keramaian lainnya. Target utamanya tertuju pada daerah kantor, kampus, maupun daerah lain sekitar kos-kosan yang ramai pengunjung.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif