Labuan Bajo menjadi salah satu daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara datang ke NTT. (Foto: Kemenparekraf)
Labuan Bajo menjadi salah satu daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara datang ke NTT. (Foto: Kemenparekraf)

Menparekraf Bakal Hadirkan Creative Hub di Labuan Bajo

Rona Menparekraf
Sunnaholomi Halakrispen • 23 Januari 2020 19:22
Jakarta: Rest Area Puncak Waringin sedang dibangun. Lokasi ini nantinya juga disiapkan secara khusus untuk menjadi creative hub di destinasi pariwisata super premium Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio, menjelaskan Puncak Waringin yang sedang dibangun oleh Kementerian PUPR nantinya diarahkan sebagai sebuah ruang. Fungsinya, untuk berkarya bagi talenta ekonomi kreatif setempat.
 
"Lokasi ini akan digunakan untuk memaksimalkan potensi masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya, melalui kegiatan di dalamnya seperti workshop, show case, weekly creative event, dan sebagainya," ujar Menparekraf Wishnutama dalam rilis yang diterima Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wishnutama memaparkan bahwa creative hub tersebut akan menjadi destinasi wisata yang sangat menarik bagi para wisatawan. Ke depannya, usaha pengembangan ekonomi kreatif di kawasan destinasi wisata harus melibatkan pelaku kreatif daerah setempat.
 
"Sehingga generasi muda di wilayah destinasi dapat memanfaatkan kreativitas mereka untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya," paparnya.
 
Kehadiran pariwisata dan industri kreatif di suatu daerah mampu memberi nyawa bagi infrastruktur yang ada. Potensi wisata bisa menjadi nilai ekonomi melalui upaya meningkatkan kualitas suvenir, musik, fotografi, kuliner, atau performing art.
 
"Sehingga bisa mendatangkan kesejahteraaan bagi pelaku-pelaku ekonomi kreatif," jelasnya.
 
Penjelasan tersebut disampaikan Wishnutama saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau proyek Rest Area Puncak Waringin. Pembangunan kedua lokasi tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2020.
 
Saat meninjau lokasi itu, Jokowi menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur perlu diselaraskan dengan penyiapan sumber daya manusia (SDM). Presiden pun menghendaki agar masyarakat lokal turut dilibatkan dan menjadi bagian dari pembangunan yang dilakukan.
 
Maka demikian, keahlian dan kompetensi masyarakat perlu ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata yang ingin dikerjakan. Selain itu, Jokowi juga meminta agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat tidak ditinggalkan.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif