Makanan yang diawetkan seperti selai atau acar biasanya menjadi salah satu pendamping dari makanan utama. (Ilustrasi/Pexels)
Makanan yang diawetkan seperti selai atau acar biasanya menjadi salah satu pendamping dari makanan utama. (Ilustrasi/Pexels)

Cara Mengawetkan Makanan dengan Baik

Rona sayuran makanan sehat
Raka Lestari • 20 Mei 2020 12:57
Jakarta: Membuat makanan yang diawetkan seperti selai atau acar merupakan hal yang tidak sulit. Makanan yang diawetkan seperti selai atau acar biasanya menjadi salah satu pendamping dari makanan utama.
 
Nora Carey, penulis buku Perfect Preserves: Provisions from the Kitchen Garden menyebutkan bahwa dalam membuat selai atau acar hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah kesegaran dari bahan-bahan yang akan digunakan dalam pembuatannya.
 
“Dimana pun Anda tinggal, hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat makanan yang diawetkan adalah kualitas dan ketersediaan dari bahan-bahannya itu sendiri. Meskipun Anda bisa menggunakan bahan makanan dari berbagai daerah yang menjamin kesegaran, usahakan gunakan bahan yang ditanam secara lokal,” ujar Carey.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Carey, pembuatan makanan yang diawetkan biasanya membutuhkan waktu lama setelah bahan dipetik atau diambil dari alam sehingga bisa menyebabkan buah atau sayuran menjadi tidak segar jika Anda memilih bahan yang tidak segar. “Perlu diingat bahwa mengawetkan makanan tidak meningkatkan kualitas bahan yang digunakan, tetapi hanya menjaga saja,” katanya.
 
Mengawetkan makanan juga tidak hanya terbatas pada pembuatan selai atau acar saja. Ada banyak cara untuk mencegah kualitas makanan menjadi menurun dengan mengawetkan makanan. Menurut Carey, “Secara teknik, bahan makanan yang diawetkan tersebut tujuannya adalah untuk memperlambat proses pembususkan makanan,” ujarnya.
 
“Makanan yang tidak diawetkan dapat terus melanjutkan aktivitas enzim alami yang ada di dalam bahan makanan dan bisa menyebabkan mikroorganisme mulai terbentuk seperti jamur, ragi, dan bakteri sehingga merusak kualitas makanan,” kata Carey.
 
“Ada banyak cara untuk mencegah hal tersebut, mulai dari menyimpannya dalam kaleng atau botol, menggunakan garam dan cuka, menggunakan gula seperti pada selai, disiram menggunakan alkohol, pembekuan dan pengeringan,” tutup Carey.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif