Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto: Andi Teristi Hardi/AFP)
Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto: Andi Teristi Hardi/AFP)

Menpar: Kunjungan Wisman ke Indonesia Masih di Bawah Target

Rona berita kemenpar
Dhaifurrakhman Abas • 12 Juni 2019 11:03
Jakarta: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebutkan capaian kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia masih di bawah target psikologis. Pada Januari hingga April 2019, terhitung sekitar 5,12 juta orang atau 1,3 juta orang perbulan.
 
“Angka 1,3 juta ini tidak bagus karena angka psikologis kita 1,5 juta per bulan atau 18 juta wisman pada akhir tahun ini,” kata Arief.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan jumlah kunjungan wisman pada April 2019 juga turun sebesar 2,7 persen ketimbang bulan Maret 2019. Pada bulan tersebut tercatat hanya ada sekitar 1,3 juta wisman yang datang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski begitu, jika dihitung secara kumulatif jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada  Januari hingga April 2019 meningkat dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama. Pertumbuhan terjadi sebesar 3,22 persen atau sebanyak 5,12 juta orang.
 
Menpar menjelaskan, untuk mengoptimalkan capaian target wisman pada delapan bulan berikutnya, Kemenpar bersama pelaku bisnis pariwisata akan melakukan empat strategi utama. Strategi yang dimaksud merupakan border tourism, hot deals, tourism hub, dan low cost carrier terminal (LCCT).
 
“Kemenpar bersama industri pariwisata telah menyiapkan sembilan strategi, namun kita akan terapkan empat strategi utama tersebut untuk meningkatkan kunjungan wisman pada tahun ini,” kata Arief Yahya.
 
Untuk strategi border tourism, pihaknya akan mengandalkan kekuatan proximity atau kedekatan jarak maupun emosional. Dia bilang, ini merupakan strategi yang banyak dilakukan negara-negara di Eropa maupun Asia Tenggara seperti Malaysia.
 
Berdasarkan perbandingan, Menpar menyebut Malaysia berhasil mendapat wisman melalui strategi border tourism sebesar 60-70 persen. Sedangkan Prancis dan Spanyol di atas 80 persen karena secara natural wisman Eropa yang berkunjung ke negeri itu adalah wisatawan overland.
 
“Kita fokus pada border tourism untuk menarik wisman dari Singapura dan Malaysia,” ujar Menpar.
 
Sementara itu, Kemenpar juga mengandalkan program hot deals atau memberikan diskon besar-besaran untuk menjaring kunjungan wisman pada saat low seasons tahun ini. Menurut Arief, strategi ini diharapkan dapat menghasilkan 2 juta hingga 2,5 juta wisman yang datang.
 
Dia bilang, pada tahun lalu, strategi hot deals mampu menjual 700.000 pax terbesar dari Kepri. Angka tersebut mencapai 20 persen.
 
Sementara itu, untuk program tourism hub akan dilakukan melalui Singapura dan Kuala Lumpur (Malaysia). Menpar bilang ini merupakan solusi untuk menyelesaikan masalah direct flight.
 
“Program ini sebagai solusi terhadap direct flight yang sulit dilakukan dan membutuhkan waktu relatif lama,” tuturnya.
 
Dia mengatakan, strategi ini bisa dipakai untuk menarik kunjungan wisman dari pasar India. Tahun lalu, ada kontribusi sekitar 600 ribu wisman, dengan direct flight dari Mumbai, India, ke Bali yang hanya melayani 3 kali per pekan.
 
Sedangkan penerbangan dari India ke Singapura tercatat lebih besar yaitu sebanyak 70 kali per pekan atau 10 kali perhari. Hal ini juga terjadi di negara serumpun Kuala Lumpur, Malaysia.  
 
“Ada jutaan turis India dan Tiongkok yang singgah di Singapura maupun Kuala Lumpur. Melalui travel agent di sana kita mempengaruhi mereka untuk melanjutkan liburan ke Indonesia,” beber dia.
 
Sementara itu program yang menentukan dalam mencapai target wisman tahun ini adalah low cost carrier terminal (LCCT). Kemenpar mencatat kunjungan wisman tahun 2017 lebih dari 55 persen menggunakan full service carrier (FSC) sisanya menggunakan low cost carrier (LCC).
 
Namun, ternyata pertumbuhan FSC rata-rata hanya di bawah 5 persen. Sementara jika menggunakan LCC, menurut dia, angka yang tumbuh rata-rata sebesar 21 persen.  
 
“Untuk mendorong kunjungan wisman LCC kita harus memiliki terminal LCC dan program mulai terwujud. Per 1 Mei 2019 yang lalu, Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta resmi menjadi LCCT kita harapkan akan terjadi lonjakan 1 juta wisman,” kata Arief Yahya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif