NEWSTICKER
Demikian juga saat berwisata atau on trip, kebanyakan orang melakukan apapun melalui digital. (Foto: Unsplash)
Demikian juga saat berwisata atau on trip, kebanyakan orang melakukan apapun melalui digital. (Foto: Unsplash)

Wisata Hemat Masih Jadi Tren Google Search

Rona liburan
Sunnaholomi Halakrispen • 25 September 2019 17:25
Jakarta: Berwisata dengan harga yang murah, siapa yang tak mau. Kesempatan tersebut ternyata masih diharapkan banyak orang dengan posisi tinggi pada mesin pencarian dalam Google Search.
 
Selain itu, menjadi peluang besar bagi pariwisata di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Industry Manager Google Indonesia, Zulfi Rahardian, berdasarkan hasil analisis Google atau Google Trends.
 
"Dalam 18 bulan terakhir, kami melihat sebuah lonjakan dalam industri wisata di Indonesia. Pencarian mengenai wisata tumbuh 39 persen sejak Januari 2018 hingga Juli 2019," ujar Zulfi di Kantor Google Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa, 24 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan besar dari perkembangan minat pariwisata di Indonesia. Menariknya, ketertarikan anak muda dalam berwisata tidak melulu melakukan perencanaan sebelum berwisata atau seperti cara orang tua mereka.
 
Dasarnya ialah pada ketergantungan digital yang selalu dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata. Kebiasaan orang untuk berwisata tak jauh beda.
 
Di antaranya, memiliki keinginan atau mimpi ingin berpergian ke suatu destinasi. Setelah itu, mulai melakukan pencarian informasi di internet melalui search engine.
 
Jika berminat, maka melakukan booking untuk destinasi wisata dan memproses transaksi. Pada tahap ini pun mayoritas menggunakan aktivitas digital. Termasuk transfer uang untuk pembayaran hotel maupun lokasi wisata.
 
Demikian juga saat berwisata atau on trip, kebanyakan orang melakukan apapun melalui digital. Contohnya, memposting foto-foto atau review wisata di sosial media masing-masing.
 
"Empat hal yang mendorong pertumbuhan pariwisata di beberapa tahun ke depan, mencakup Online Travel Aggregators (OTA), airlines, hotel chains, dan mobile dengan meningkatnya penggunaan smartphone," paparnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif