Ilustrasi--Foto:Forbes
Ilustrasi--Foto:Forbes

Penyebab Sleep Apnea pada Anak

Rona sleep apnea
Torie Natalova • 18 Agustus 2019 06:02
Obstructive sleep apnea menyebabkan jeda pernafasan yang menyebabkan gangguan tidur. Ada sejumlah penyebab sleep apnea pada anak, salah satunya karena kelenjar adenoid (jaringan yang terletak di bagian atas tenggorokan) terlalu besar sehingga mengurangi ruang yang dilalui udara.
 

Jakarta: Obstructive sleep apnea adalah gangguan tidur yang tak hanya dapat dialami orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak. Sleep apnea menyebabkan jeda dalam pernapasan selama tidur yang mengganggu istirahat seseorang. 
 
Jenis gangguan yang terjadi saat anak-anak tidur menyebabkan penyumbatan saluran udara sebagian atau seluruhnya. Artinya, ketika mereka sedang tidur, anak-anak akan berhenti bernapas pada titik tertentu. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini terjadi, anak akan sering terbangun sehingga mengganggu waktu tidurnya yang berkualitas di malam hari dan bisa menyebabkan kelelahan atau mengantuk di siang hari. Adapun penyebab sleep apnea pada anak sebagai berikut:
 
Adenotonsilar hypertrophy
 
Dalam hal ini, kelenjar adenoid (jaringan yang terletak di bagian atas tenggorokan) terlalu besar sehingga mengurangi ruang yang dilalui udara.
 
Obesitas
 
Kelebihan lemak dapat menyebabkan jaringan lunak menumpuk di sekitar saluran udara, menyebabkan penyempitan yang memicu apnea.
 
Penyakit neuromuskuler
 
Ini sering ditandai dengan hilangnya kekuatan otot yang dapat menyebabkan sleep apnea pada anak-anak.
 
Gangguan kraniofasial
 
Malformasi ini dapat mempengaruhi saluran udara, menyebabkan gangguan dan kecenderungan yang lebih besar untuk menderita sleep apnea. Setelah mengetahui penyebabnya, penting untuk mendeteksi tanda dan gejala gangguan ini sejak dini.
 
Konsultasi dengan dokter anak Anda tanda yang mungkin sering diabaikan orang tua yakni mendengkur. Selain itu, perhatikan apakah anak berkeringat di malam hari tanpa alasan yang jelas, berjalan sambil tidur atau mengalami perasaan tidak nyaman.
 
Gejala-gejala ini biasanya menyebabkan hiperaktif, sakit kepala dan kurang fokus sepanjang hari. Jika anak Anda memberi tahu Anda bahwa mereka bangun tanpa bernapas atau takut tertidur karena alasan ini, penting untuk memperhatikan gejalanya.
 
Konsultasi bersama dokter untuk melakukan perawatan sesegera mungkin, dapat membantu anak Anak terhindar dari komplikasi lain seperti manifestasi penyakit kardiovaskular.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif