Mitos atau fakta tidur dengan rambut yang masih basah dapat membuat Anda sakit? Berikut jawabannya. (Foto: Pexels.com)
Mitos atau fakta tidur dengan rambut yang masih basah dapat membuat Anda sakit? Berikut jawabannya. (Foto: Pexels.com)

Tidur dengan Rambut Basah Bikin Anda Sakit?

Rona rambut
Raka Lestari • 21 Februari 2019 20:21
Jakarta: Mengeringkan rambut sehabis keramas terkadang memang membutuhkan waktu yang lama. Sehingga seringkali banyak orang yang membiarkan rambut mereka yang masih basah setelah keramas tersebut kering dengan sendirinya.
 
Terutama ketika melakukan keramas sebelum tidur. Badan yang sudah lelah setelah seharian beraktivitas terkadang membuat banyak orang lebih memilih langsung tidur dan membiarkan rambutnya yang masih basah tersebut.
 
Mitos mengatakan bahwa tidur dengan rambut yang masih basah dapat membuat Anda sakit. Apakah hal itu benar?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mitos tersebut mungkin berkembang karena tidur dengan rambut yang basah mungkin akan membuat Anda kedinginan dan dapat menyebabkan Anda terkena flu," ujar Dr William Schaffner, seorang profesor kedokteran di Divisi Penyakit Menular di Vanderbilt University Medical Center.
 
Namun Schaffner membantahnya. "Anda tidak bisa masuk angin karena kedinginan (akibat rambut basah)," tambahnya.
 
Mitos lain yang berhubungan dengan tidur dengan rambut masih basah yaitu bahwa bakteri akan menumpuk di bantal Anda.
 
Bakteri dan virus penyebab penyakit tidak muncul secara spontan kala Anda tidur dengan rambut basah. "Jadi Anda tidak akan membuat diri Anda sakit dengan bantal sedikit lembap di malam hari," kata Schaffner.  
 
(Baca juga: Ilmuwan Temukan Cara Tumbuhkan Kembali Rambut Botak)
 
Tidur dengan Rambut Basah Bikin Anda Sakit?
(Tetapi perlu dicatat bahwa hampir semua yang Anda lakukan pada rambut Anda, mulai dari menyisir dan mengeringkannya hingga mewarnai atau memaparkannya ke matahari dapat merusaknya. Foto: Pexels.com)
 
Namun beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa bantal, terutama yang terbuat dari bahan sintetis dapat menampung jamur dan mikroba yang memicu asma atau alergi.
 
Mikroorganisme ini cenderung bekerja dengan baik di lingkungan yang lembap, dan demikian pula tungau debu, kata Dr Payel Gupta, seorang ahli alergi dan juru bicara untuk American Lung Association.
 
"Secara umum, sebenarnya tidak baik bagi rambut untuk tidur dengan rambut basah," kata Dr George Cotsarelis, seorang profesor dermatologi di Perelman School of Medicine University of Pennsylvania, Amerika.
 
Ia mengatakan seiring berjalannya waktu, air dapat menurunkan lapisan luar pelindung folikel rambut yang disebut kutikula. Setelah kutikula itu rusak, air dapat menembusnya dan menghancurkan korteks dalam folikel.
 
Kerusakan yang dihasilkan dapat menyebabkan kerusakan pada rambut serta hilangnya kilau dan elastisitas.
 
Tetapi perlu dicatat bahwa hampir semua yang Anda lakukan pada rambut Anda, mulai dari menyisir dan mengeringkannya hingga mewarnai atau memaparkannya ke matahari dapat merusaknya.
 
Jika tidur dengan rambut basah mungkin tidak optimal, menggunakan kondisioner dapat membantu memulihkan dan memperbaikinya, kata Dr Adam Friedman, profesor di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas George Washington, Amerika.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif