Alkohol Berdampak Buruk Terhadap Tulang

Anggi Tondi Martaon 18 Juni 2018 11:34 WIB
kesehatan tulang
Alkohol Berdampak Buruk Terhadap Tulang
"Minum berlebihan selama masa remaja sangat merusak karena masa remaja sangat penting untuk perkembangan kepadatan puncak tulang," kata Dr Messer spesialis endokrinologi. (Foto: Adam Jaime/Unsplash.com)
Jakarta: Remaja perempuan disarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol. Pasalnya, menurut sebuah penelitian menyebutkan bahwa kebiasaan tersebut berdampak buruk terhadap tulang.

Penulis utama studi, Joseph LaBrie mengatakan, wanita remaja yang rutin mengonsumsi alkohol berpotensi mengalami osteoporosis, tulang rapuh hingga rawan patah tulang.

Profesor psikologi di Loyola Marymount University di Los Angeles itu menjelaskan, massa puncak kepadatan tulang bagi kaum hawa terjadi pada rentan umur 20 dan 25 tahun. Setelah ini, massa tulang menurun secara bertahap sepanjang masa hidup.


"Jadi apa pun yang mengganggu produksi tulang sebelum puncak ini dapat berkontribusi pada kepadatan tulang yang lebih rendah sepanjang hidup," kata LaBrie saat dikutip dari WebMD.

LaBrie menyebutkan, hal itu terlihat pada hasil penelitian yang melibatkan 87 wanita berumur 18 dan 20 tahun. Diantara semua peserta, sebanyak 18 responden dikelompokan masuk ke dalam kategori peminum kelas berat. 


(Penulis utama studi, Joseph LaBrie mengatakan, wanita remaja yang rutin mengonsumsi alkohol berpotensi mengalami osteoporosis, tulang rapuh hingga rawan patah tulang. Foto: Wine Dharma/Unsplash.com)

(Baca juga: Puncak Kepadatan Tulang Terjadi pada Usia 17 Tahun)

Setelah melakukan pengecekkan melalui pemindaian dan memperhitungkan faktor-faktor lain, para peneliti menemukan bahwa wanita yang rutin mengonsumsi alkohol memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah. Namun, penelitian itu tidak dapat membuktikan sebab dan akibat.

Hal senada disampaikan oleh Dr Caroline Messer, spesialis endokrinologi yang mengkhususkan pada kehilangan tulang di Lenox Hill Hospital di New York City. Menurutnya, penelitian lain juga telah menunjukan bahwa asupan alkohol yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko patah tulang dan osteoporosis. 

"Minum berlebihan selama masa remaja sangat merusak karena masa remaja sangat penting untuk perkembangan kepadatan puncak tulang," kata Dr Messer.

Dia menyebutkan, asupan alkohol lebih dari 2 hingga 3 ons setiap hari dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang karena berbagai alasan, diantaranya gangguan penyerapan kalsium, vitamin D, menurunkan kadar estrogen. 

"Estrogen penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang yang tepat, khususnya di tulang belakang. Ini mungkin menjelaskan temuan massa yang lebih rendah di tulang belakang pada wanita usia kuliah yang sering minum alkohol secara teratur," ujar Messer.






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id