Hobi Merajut Bantu Meningkatkan Kesehatan Lansia
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Kegiatan merajut ternyata memiliki manfaat kesehatan. Sebuah studi menemukan bahwa hobi tersebut dapat mengurangi depresi dan kecemasan, memperlambat munculnya demensia, dan mencegah nyeri kronik. 

Studi yang dipublikasikan dalam Knit for Peace tersebut merupakan hasil lanjutan beberapa penelitian yang melihat manfaat dari merajut.

Para peneliti melihat adanya manfaat kesehatan dari kegiatan santai tersebut. 


"Ada banyak penelitian menunjukkan bahwa merajut memiliki manfaat kesehatan fisik dan mental seperti memperlambat munculnya demensia, melawan depresi, dan menghalangi penyakit kronik," demikian isi studi tersebut, dilansir dari Independent. 

Sebuah studi tahun 2007 yang dilakukan oleh Harvard Medical School’s Mind and Body Institute menemukan bahwa merajut menurunkan detak jantung, sekitar 11 detak per menit dan menginduksi 'pemikiran yang tenang' yang sama seperti yoga. 

Selain menenangkan, gerakan mengulang saat merajut melepaskan serotonin, kimia yang dapat meningkatkan suasana hati dan nyeri. 

Selain itu, sebuah studi tahun 2011 oleh Mayo Clinic menyimpulkan bahwa lansia berusia di atas 70 tahun yang merajut memiliki risiko lebih kecil terkena kerusakan kognitif ringan dan kehilangan memori. 

Hobi yang sering dihubungkan dengan lansia tersebut juga membantu melawan rasa kesepian. 

"Merajut adalah aktivitas sosial yang membantu mengatasi isolasi dan kesepian, yang sering terjadi pada usia tua. Kemampuan ini dapat terus berlanjut ketika penglihatan dan kekuatan mulai berkurang," demikian menurut laporan. 

Survei yang melibatkan 1.000 orang tersebut menunjukkan bahwa 70 persen responden percaya bahwa merajut meningkatkan kesehatan mereka sehingga hal tersebut membuat mereka merasa lebih santai. 

Mereka juga mengungkapkan bahwa kebiasaan tersebut mengurangi nyeri kronik yang alami, di mana 21,4 persen merasa merajut mengurangi nyeri arthritis yang dialami. 

Lihat video:






(DEV)