Ilustrasi- Pexels
Ilustrasi- Pexels

Cara Mengurangi Risiko Preeklampsia

Rona gaya kehamilan
Raka Lestari • 29 Oktober 2019 10:00
Jakarta: Setiap wanita yang sedang hamil, tentunya mengharapkan bahwa kehamilannya bisa terjadi tanpa adanya komplikasi. Namun terkadang beberapa kondisi kesehatan yang tidak diinginkan bisa saja terjadi. Meskipun begitu, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi tersebut.
 
Salah satunya adalah preeklampisa, yang mungkin bisa terjadi pada wanita yang sedang hamil. Anda perlu mengetahui cara mengurangi risiko dari kondisi tersebut. Bagi sebagian orang, mengurangi risiko preeklampsia bisa semudah hanya mengonsumsi obat-obatan yang dijual di pasaran.
 
"Preeklampsia adalah penyakit kehamilan. Itu terjadi selama paruh kedua kehamilan, tetapi biasanya saat usia 37 minggu lebih dan ini merupakan kondisi di mana tekanan darah wanita hamil meningkat secara drastis,” Dr Chavi Eve Karkowsky, OB-GYN dari Montefiore Health System, dan asisten profesor Obstetrics & Ginekologi dan Kesehatan Wanita di Albert Einstein College of Medicine.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, preeklampsia juga dapat berdampak negatif pada hati, sel darah, dan otak ibu, dan bahkan dapat menyebabkan kejang dan stroke.
 
"Inilah sebabnya mengapa ini adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di seluruh dunia. Satu-satunya pengobatan untuk preeklampsia adalah persalinan," kata Dr Karkowsky.
 
Menurut Dr Karkowsky, mengonsumsi aspirin yang dimulai pada awal kehamilan telah terbukti dapat mengurangi risiko preeklampsia. Terutama di kemudian hari pada wanita hamil yang berisiko tinggi mengalami penyakit tersebut.
 
Ia menambahkan bahwa penelitian besar telah menunjukkan bahwa aspirin dapat mengurangi tingkat preeklampsia pada wanita yang berisiko tinggi, meskipun memang harus dilakukan sejak awal kehamilan.
 
Dengan kata lain, bahkan jika Anda berisiko tinggi mengalami preeklampsia, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter. Tentunya agar dapat menemukan cara mengelolanya.
 
Jadi, meskipun menghadapi risiko preeklampsia, ingatlah bahwa banyak orang dapat mengelola penyakit ini. Namun terlepas dari informasi yang Anda dapatkan, yang terbaik adalah mengunjungi dokter Anda untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
 
Dan, sebagian besar preeklampsia akan sembuh dengan kelahiran bayi. Jadi Anda hanya harus berurusan dengan kondisi ini selama beberapa minggu atau bulan paling lama.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif