YOUR FASHION
Gaya Vintage Istri Gubernur Kaltim Mirip 'Noni Belanda', Apa Sih Maknanya?
Yuni Yuli Yanti
Senin 02 Maret 2026 / 07:00
- Istri Gubernur Kaltim bergaya seperti Noni Belanda.
- Sorotan terhadap gaya busana Sarifah ini muncul di tengah polemik sang suami Rudy Mas'ud.
- Makna pakaian khas Noni Belanda.
Jakarta: Istri Gubernur Kalimantan Timur, Syarifah Suraidah Abidien Harum tengah menjadi sorotan publik lantaran gaya busananya sangat mencolok pada saat 'blusukan' menemui warga.
Tidak seperti istri pejabat lain yang umumnya memakai pakaian formal seperti batik atau kemeja polos, Syarifah justru tampil mencokok dengan gaya busana vintage layaknya seorang 'Noni Belanda'.
Dalam sebuah video di media sosial, Syarifah terlihat menyapa pedagang sayur yang ditemuinya di jalan. Ia tampil mengenakan long dress putih bermotif bunga yang dipadukan dengan topi lebar serta kalung mutiara berkilau dan beberapa cincin permata.
Masih dengan gaun dan topi yang sama hanya saja berbeda warna, di video lainnya ia juga tampil mencolok saat berkunjung ke sebuah bazar.
Ditelusuri lebih dalam, kostum Noni Belanda atau disebut klederdracht adalah gaun bergaya vintage/kolonial yang modis dan elegan. Pakaian ini digunakan oleh masyarakat Belanda untuk menunjukkan kekayaan warisan budaya leluhur mereka.
Ciri khasnya adalah gaun panjang dilengkapi kancing depan, tali pinggang, dan kerah renda. Umumnya menggunakan bahan crepe**manggocrepe, atau katun berkualitas yang adem.
Baju ini memberikan kesan anggun dan klasik, sering dipadukan dengan aksesori seperti topi lebar atau payung renda untuk penampilan yang lebih ikonik.
Pakaian Noni Belanda melambangkan keanggunan, status sosial tinggi, dan perpaduan gaya kolonial Eropa (renda, rok mengembang) dengan kenyamanan iklim tropis. Juga, menunjukkan gaya hidup bangsawan atau kelas atas perempuan Eropa pada masa kolonial.
Di era modern, busana ini menjadi simbol perpaduan sejarah dan fashion unik, mencerminkan identitas budaya masa lampau serta elegan saat digunakan di acara formal.

(Gaya bangsawan Noni Belanda. Foto: Dok. Gemini AI)
Padahal, orang yang benar-benar kaya justru berpenampilan sederhana. Kaya adalah status dan berkelas itu kualitas.
Menurut Sosiolog, Pierre Bourdie, kelas seseorang itu enggak cuma dilihat dari saldo ATM melainkan dari tiga hal yakni Embodied atau sesuatu yang melekat pada diri. Ini merujuk pada kualitas diri; pembawaan diri, tata krama, dan lain sebagainya.
Kedua, Objectified atau barang yang dimiliki. Bukan sekadar mahal, tapi yang punya nilai seni atau pengetahuan, seperti buku, alat musik, dan lain-lain.
Ketiga, Instituonalized atau pengakuan. Ini berkaitan dengan gelar atau serfitikat dari institusi. "Bagi kau elite atau old money, uang itu cuma syarat dasar. Yang bikin merek tetap eksklusif adalah gaya hidup dan kemampuan untuk menyaring siapa yang benar-benar selevel dengan mereka," ujar Pierre dikutip dari akun @infipop.id.
Penampilan Syarifah Suraidah bergaya bak Noni Belanda menuai beragam respons warganet. Ia dinilai terlalu mencolok saat berada di tengah aktivitas masyarakat kecil.
Apalagi, sorotan terhadap gaya busananya ini muncul di tengah polemik sang suami Rudy Mas'ud perihal pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim senilai Rp8,5 miliar yang dianggap publik sangat berlebihan.
Sebenarnya, apa pun pakaian yang dikenakan pejabat publik sah-sah saja selama itu tidak melanggar norma dan ketentuan yang berlaku. Hanya saja, outfit yang terlalu mencolok sering kali dapat 'menyinggung' perasaan masyarakat.
Hingga munculnya berita ini di berbagai platform media, belum ada pernyataan langsung dari Syarifah Suraidah terkait gaya busananya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)
Tidak seperti istri pejabat lain yang umumnya memakai pakaian formal seperti batik atau kemeja polos, Syarifah justru tampil mencokok dengan gaya busana vintage layaknya seorang 'Noni Belanda'.
Dalam sebuah video di media sosial, Syarifah terlihat menyapa pedagang sayur yang ditemuinya di jalan. Ia tampil mengenakan long dress putih bermotif bunga yang dipadukan dengan topi lebar serta kalung mutiara berkilau dan beberapa cincin permata.
Masih dengan gaun dan topi yang sama hanya saja berbeda warna, di video lainnya ia juga tampil mencolok saat berkunjung ke sebuah bazar.
Bak Noni Belanda
Viralnya video tersebut, menuai beragam komentar warganet. Banyak yang menyebut penampilan Syarifah mirip gaya busana seorang 'Noni Belanda'.Ditelusuri lebih dalam, kostum Noni Belanda atau disebut klederdracht adalah gaun bergaya vintage/kolonial yang modis dan elegan. Pakaian ini digunakan oleh masyarakat Belanda untuk menunjukkan kekayaan warisan budaya leluhur mereka.
Ciri khasnya adalah gaun panjang dilengkapi kancing depan, tali pinggang, dan kerah renda. Umumnya menggunakan bahan crepe**manggocrepe, atau katun berkualitas yang adem.
Baju ini memberikan kesan anggun dan klasik, sering dipadukan dengan aksesori seperti topi lebar atau payung renda untuk penampilan yang lebih ikonik.
Pakaian Noni Belanda melambangkan keanggunan, status sosial tinggi, dan perpaduan gaya kolonial Eropa (renda, rok mengembang) dengan kenyamanan iklim tropis. Juga, menunjukkan gaya hidup bangsawan atau kelas atas perempuan Eropa pada masa kolonial.
Di era modern, busana ini menjadi simbol perpaduan sejarah dan fashion unik, mencerminkan identitas budaya masa lampau serta elegan saat digunakan di acara formal.

(Gaya bangsawan Noni Belanda. Foto: Dok. Gemini AI)
Money can't buy class
Kebanyakan orang menganggap pakaian dan gaya hidup mencerminkan citra diri, status sosial bahkan kekayaan. Mengenakan pakaian mencolok kerap dianggap sebagai trik jitu menunjukkan status sosial.Padahal, orang yang benar-benar kaya justru berpenampilan sederhana. Kaya adalah status dan berkelas itu kualitas.
Menurut Sosiolog, Pierre Bourdie, kelas seseorang itu enggak cuma dilihat dari saldo ATM melainkan dari tiga hal yakni Embodied atau sesuatu yang melekat pada diri. Ini merujuk pada kualitas diri; pembawaan diri, tata krama, dan lain sebagainya.
Kedua, Objectified atau barang yang dimiliki. Bukan sekadar mahal, tapi yang punya nilai seni atau pengetahuan, seperti buku, alat musik, dan lain-lain.
Ketiga, Instituonalized atau pengakuan. Ini berkaitan dengan gelar atau serfitikat dari institusi. "Bagi kau elite atau old money, uang itu cuma syarat dasar. Yang bikin merek tetap eksklusif adalah gaya hidup dan kemampuan untuk menyaring siapa yang benar-benar selevel dengan mereka," ujar Pierre dikutip dari akun @infipop.id.
Penampilan Syarifah Suraidah bergaya bak Noni Belanda menuai beragam respons warganet. Ia dinilai terlalu mencolok saat berada di tengah aktivitas masyarakat kecil.
Apalagi, sorotan terhadap gaya busananya ini muncul di tengah polemik sang suami Rudy Mas'ud perihal pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim senilai Rp8,5 miliar yang dianggap publik sangat berlebihan.
Sebenarnya, apa pun pakaian yang dikenakan pejabat publik sah-sah saja selama itu tidak melanggar norma dan ketentuan yang berlaku. Hanya saja, outfit yang terlalu mencolok sering kali dapat 'menyinggung' perasaan masyarakat.
Hingga munculnya berita ini di berbagai platform media, belum ada pernyataan langsung dari Syarifah Suraidah terkait gaya busananya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(yyy)