Protein yang terkandung pada susu akan membuat orang lebih cepat kenyang. (Foto: pixabay)
Protein yang terkandung pada susu akan membuat orang lebih cepat kenyang. (Foto: pixabay)

Mengonsumsi Susu tak Mengakibatkan Gemuk

Rona susu
Media Indonesia.com • 23 September 2019 12:27
Jakarta: Dewasa ini, anggapan meminum susu adalah bisa menimbulkan obesitas atau kegemukan. Nyatanya, itu hanya sebuah mitos yang berkembang di masyarakat.
 
Dokter Spesialis Kecantikan, Dr. Haekal Anshari menegaskan, mengonsumsi susu bisa menyebabkan obesitas itu adalah mitos. Sebaliknya, justru susu memiliki banyak manfaat panjang jika mengonsumsinya secara rutin.
 
"Orang tahunya selama ini susu itu lemaknya tinggi. Padahal sebetulnya, ini sudah ada penelitiannya dari 'Jurnal International of Obesity' pada 2004 bahwa, kandungan kalsium dan protein yang ada di dalam susu itu justru membantu menurunkan berat badan pada orang dewasa yang mengalami obesitas," tutur Dr. Haekal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan mengonsumsi susu, orang bakal terhindar dari makan berlebihan. Sebab protein yang terkandung pada susu akan membuat orang lebih cepat kenyang. Setidaknya, segelas susu hanya mengandung 146 kalori atau sama dengan 10 persen kebutuhan kalori harian.
 
"Penyebab obesitas itu sebenarnya bukan susu, melainkan asupan makanan yang berlebih termasuk pola hidup yang tidak aktif. Kebanyakan main gim, duduk, tidak berolahraga. Ini menjadi penyebab dari gemuk atau obesitas," imbuhnya.
 
Meski begitu, Dr. Haekal tak menyangkal ada faktor lain yang membuat orang dewasa enggan mengonsumsi susu. Salah satunya adalah Laktos Intoleren, yaitu kondisi di mana tubuh seseorang tidak menghasilkan Enzim laktase. Enzim ini berguna untuk menyerap laktosa atau kandungan gula yang ada di dalam susu.
 
"Jadi ketika lahir sebagai bayi, kemudian menjadi anak-anak, sebetulnya tubuh seseorang itu menghasilkan Enzim Laktase yang cukup. Bertambahnya usia menjadi dewasa, kemudian orang itu tidak lagi meminum susu, maka tubuh tidak lagi menghasilkan Enzim Laktase yang cukup, sehingga mengalami Laktos Intoleran," papar Dr. Haekal.
 
Mengalami Laktos Intoleran untuk orang di Asia saat ini hanya sekali. Sementara Laktos Intoleran itu mengenal tiga jenis. Pertama, Laktos Intoleran Primer, Laktos Intoleran Sekunder, dan Laktos Intoleran Bawaan.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif