Banyak informasi yang mengungkapkan bahwa mata minus bisa disembuhkan? Benarkah. Ini jawabannya. (Foto: Pexels.com)
Banyak informasi yang mengungkapkan bahwa mata minus bisa disembuhkan? Benarkah. Ini jawabannya. (Foto: Pexels.com)

Cara Menghambat Mata yang Minus

Rona gaya kesehatan mata
Kumara Anggita • 31 Oktober 2019 21:03
Jakarta: Banyak informasi salah yang mengungkapkan bahwa mata minus bisa disembuhkan dengan kacamata tertentu, latihan-latihan mata, dan konsumsi berbagai jenis makanan dan masih banyak lahi.
 
Ahli Bedah dan Reaktif Mata dari RSCM Kirana, dokter Tri Rahayu menegaskan bahwa minus tidak mungkin bisa turun melainkan bisa bertambah.
 
Bila sudah terkena minus, hal yang bisa Anda lakukan adalah mencegah minusnya bertambah dengan menerapkan aktivitas yang ramah bagi mata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Minus tidak mungkin turun. Bertambah bisa. Faktor yang buat kecepatan minus bertambah cepat itu genetik dan etnis. Faktor yang dapat kita cegah adalah dengan penggunaan mata untuk pengelihatan dekat terus menerus," paparnya dalam acara media bertajuk Your Eyes Will Thank You di Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.
 
"Jadi yang bisa kita atur yaitu mengurangi itu dan perbanyak aktivitas di luar ruangan," ucapnya lagi.
 
Selain itu, ada pula hal lain yang bisa dilakukan yaitu dengan menggunakan obat tetes tertentu dan lensa kontak Ortokeratologi.
 
Cara Menghambat Mata yang Minus
(Ahli Bedah dan Reaktif Mata dari RSCM Kirana, dokter Tri Rahayu. Foto: Dok. Medcom.id/Kumara Anggita)
 
"Secara medis ada beberapa yang bisa menghambat minusnya antara lain menggunakan obat tetes tertentu. Dan menggunakan lensa kontak desain khusus yang digunakan untuk malam hari yang mengubah kontur kornea sehingga menyebabkan terbentuknya bayangan di retina sedemikian rupa sehingga mengurangi sinyal pertambahan pada bola mata," paparnya.
 
Dokter Tri juga menegaskan agar orang dewasa dan tentunya anak-anak untuk mengurangi penggunaan gadget. "Jadi kalau secara awam bagaimana menambah kenaikan tidak main gadget lama-lama. Jadi jangan menenangkan anak dengan kasih gadget," jelasnya.
 
Menurut Badan Internasional 1,1 miliar orang memiliki gangguan pengelihatan jarak dekat karena mereka tidak memiliki kaca mata.
 
Di tingkat dunia, penelitian Signify (Philips) menunjukan, 86 persen responden percaya jika pencahayaan yang baik bermanfaat bagi kesehatan mata namun dalam menjaga kesehatan pribadi, 66.6 persen dari mereka tidak merawat mata mereka seperti seharusnya misalnya seperti mengecek mata secara rutin.
 
"Kebanyakan orang di Indonesia masih tidak menyadari pentingnya melakukan tes mata secara teratur, yang merupakan tindakan pencegahan untuk mengantisipasi pengelihatan yang buruk menjadi semakin parah," ujar dr. Tri Rahayu.
 
Karena itu, dari sekarang rawatlah mata Anda dengan mengecek mata secara teratur. Bila mata Anda min, bisa langsung ditangani sehingga pengelihatan Anda tidak semakin memburuk.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif